Berita Sleman Hari Ini
Vaksinasi LSD di Sleman Diprioritaskan untuk Sapi Perah
Program vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) untuk Sapi - kerbau di Kabupaten Sleman terus berjalan. Penyuntikan vaksin tahap pertama, 1.300 dosis sudah
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Program vaksinasi Lumpy Skin Disease (LSD) untuk Sapi - kerbau di Kabupaten Sleman terus berjalan. Penyuntikan vaksin tahap pertama, 1.300 dosis sudah diselesaikan.
Rencananya, vaksin kembali datang pada awal Februari mendatang sebanyak 1.200 dosis.
Vaksin tersebut diprioritaskan untuk disuntikkan pada sapi perah.
Baca juga: Volume Trafik Perjalanan Meningkat 50 Persen, Tur and Travel Siapkan Destinasi Liburan Eksotis
"Vaksin tahap pertama 1.300 dosis sudah kita selesaikan. Dan kita sudah dapat konfirmasi, mungkin awal Februari 1.200 dosis vaksin kembali datang. Nanti akan kita ambil. Sasarannya untuk sapi perah," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Ir. Suparmono, Sabtu (28/1/2023).
Sapi perah diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin LSD.
Hal ini sebagai langkah pencegahan.
Sebab, penyakit infeksius yang ditandai bentol-bentol pada kulit sekitar leher sapi ini dikhawatirkan dapat mengurangi produktivitas susu sapi sehingga diberikan vaksin lebih awal.
Sebaran populasi sapi perah di Kabupaten Sleman paling banyak ada di sekitar lereng Merapi, di Cangkringan dan Pakem.
Jumlah populasinya sekira 3.500 ekor. Sampai saat ini, sudah ada seribuan sapi perah yang telah disuntik LSD.
"Sisanya, masih menunggu vaksin datang," kata Suparmono.
Untuk diketahui, sejak ditemukan pertama pada 23 Desember 2022, kasus sapi terpapar LSD di Sleman terus bertambah.
Tercatat, sudah ada 14 ekor sapi suspek dan 5 ekor di antaranya positif.
Penyakit virus yang bisa ditularkan melalui vektor lalat-nyamuk ini memiliki tingkat fatalitas atau kematian di bawah 10 persen namun tingkat kesakitannya (mordibilitas) mencapai 45 persen.
Karenanya, langkah pencegahan dilakukan dengan cara vaksinasi dan juga menjaga kebersihan kandang.
Selain vaksinasi LSD, Suparmono mengatakan, pihaknya juga terus menggenjot capaian vaksinasi PMK.
Realisasi vaksinasi PMK di Sleman masih diangka 49.85 persen atau 36.388 ternak dari jumlah target sasaran 75 ribu dosis.
Tahun ini, kata dia, Kementerian Pertanian menargetkan semua sapi harus sudah divaksin PMK.
Di Kabupaten Sleman sendiri ada 35.000 sapi dan tahun ini ditargetkan selesai divaksin PMK.
Baca juga: JNE Dukung Pengiriman Perangkat Program Fasilitas Penunjang Riset di Bidang Inovasi Pembelajaran
"Jadi nanti kita jalan semua. Vaksin PMK sekaligus juga vaksin LSD," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sebelumnya berharap melalui vaksinasi LSD maka sapi yang sakit bisa sembuh dan tentunya dapat meningkatkan imunitas.
Meski ternak sudah divaksin, Ia mengimbau kepada para peternak agar tetap menjaga kebersihan kandang dan menjaga asupan makanan ternak.
Menurut dia, dalam upaya penanganan LSD pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
Karenanya, dibutuhkan kerjasama semua stakeholder terutama peternak sehingga apabila mendapati ada ternaknya yang sakit dengan ciri-ciri LSD diharapkan melapor agar segera mendapat pengobatan.
Kemudian, apabila sapi dinyatakan positif maka untuk sementara di karantina.
"Bila ditemukan sapi positif. Jangan dibawa keluar. Disembuhkan dulu agar tidak menular ke yang lain," imbau dia. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)