Pembunuhan berantai Wowon cs

Hujan Lebat Selamatkan Hana dari Rencana Pembunuhan Wowon cs

Beruntung, pada 28-29 Desember 2022 silam, hujan lebat mengguyur wilayah Cianjur sehingga Hana tidak memenuhi permintaan Dede datang ke rumah Duloh.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Tiga tersangka penipuan dan pembunuhan berencana asal Cianjur yang ditahan polisi pertengahan Januari 2023. Dari kiri: Solihin alias Duloh (63), Wowon Erawan alias Aki (60), dan M Dede Solehudin (35).() 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Salah satu korban penipuan komplotan pembunuh berantai Wowon cs bernama Hana berhasil selamat dari maut berkat hujan lebat yang mengguyur wilayah Cianjur pada 28-29 Desember 2022 silam.

Hana saat itu diminta oleh Dede untuk datang ke rumah Duloh di Cianjur guna keperluan mengambil uang hasil penggandaan.

Padahal, permintaan untuk datang ke rumah Duloh itu hanyalah alibi dari ketiga pelaku untuk menghabisi Hana.

Beruntung, pada 28-29 Desember 2022 silam, hujan lebat mengguyur wilayah Cianjur sehingga Hana tidak memenuhi permintaan Dede untuk datang ke rumah Duloh.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan Hana merupakan salah satu TKW yang menjadi korban penipuan Wowon cs.

Pada Desember lalu, Hana yang baru pulang dari Arab Saudi sempat meminta hasil penggandaan uang yang dilakukan oleh Wowon cs.

"Sepulangnya yang bersangkutan bekerja dari Arab Saudi sempat menuntut mengenai hasil dari penggandaan uang ke rumah Dede di Cianjur," kata Indrawienny seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Menurut Indrawienny, korban menerima pesan singkat (sms) dari Dede agar datang ke rumah Duloh pada 28-29 Desember 2022 untuk mengambil hasil penggandaan uang.

"Namun pada tanggal tersebut turun hujan deras, sehingga H tidak jadi ke lokasi. H baru ke Cianjur pada 8 Januari 2023," kata Indrawienny.

Menurut keterangan H, Indrawienny mengatakan sesampai H di rumah Dede, dia tidak bertemu dengan yang bersangkutan. Dede disebut sudah seminggu tidak pulang ke rumahnya.

"Diketahui dari keterangan Dede, kedatangan H tanggal 28-29 Desember 2022 untuk seharusnya dieksekusi oleh Duloh," kata Indrawienny.

Sementara itu, berdasarkan hasil penyelidikan polisi, korban penipuan Wowon cs bukan hanya Hana saja, melainkan ada 10 orang lainnya.

Daftar korban penipuan Wowon cs pun sudah dirilis oleh Polda Metro Jaya.

Para TKW itu bersedia menyerahkan sejumlah uang usai termakan janji pelaku yang mengaku bisa menggandakan uang melalui praktek perdukunan.

Dalam aksinya, Wowon menciptakan tokoh fiktif seorang ahli supranatural bernama Aki Banyu yang bisa menggandakan uang.

Nasib dua dari 11 TKW tersebut berakhir tragis.

Keduanya, yakni Siti Fatimah dan Farida, dibunuh oleh Wowon cs karena kerap menagih yang telah disetorkan untuk digandakan.

Adapun tiga tersangka dalam kasus ini adalah Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehuddin.

"Hasil penelusuran terhadap para TKW, menjadi korban penipuan Wowon cs dengan modus penggandaan uang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis (26/1/2023), dilansir dari TribunJakarta.com.

Baca juga: Serial Killer, Kisah Keji Wowon dkk, Ritual Buang Sial Racuni Tetangga, Tapi Dia Tetap Hidup

Berikut adalah daftar 11 TKW korban penipuan pembunuh berantai Wowon cs:

1. Yeni

2. Farida

3. Siti Fatimah

4. Aslem

5. Entin

6. Hamidah

7. Evi

8. Hana

9. Yanti

10. Nene

11. Sulastini

Komplotan Wowon dkk terungkap

Pembunuhan berantai ini terungkap setelah satu keluarga ditemukan tergeletak lemas di rumah kontrakan daerah Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi.

Para korban di Bekasi diracun karena mengetahui penipuan dan pembunuhan yang sebelumnya dilakukan Wowon Erawan alias Aki (60), bersama M Dede Solehudin (35), dan Solihin alias Duloh (64) di Cianjur.

Tiga korban tewas akibat mengonsumsi kopi beracun itu, yakni Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17).

Sementara itu, satu korban berinisial NR (5) yang sempat kritis adalah anak kandung Wowon dan Ai Maimunah.

NR selamat karena hanya menyesap sedikit kopi.

Saat menyelidiki korban yang keracunan itulah, polisi menemukan fakta bahwa pelaku adalah komplotan pembunuh berantai yang sudah melakukan penipuan dan pembunuhan.

Pelaku menipu para korban dengan modus mengaku memiliki kemampuan supranatural untuk memberikan kesuksesan dan kekayaan.

Dua dari sembilan korban merupakan para TKW yang telah dibunuh oleh komplotan tersebut karena menuntut hasil penggandaan uang.

Kini, Wowon, Solihin, dan Dede telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka sementara ini dijerat menggunakan Pasal 340 juncto Pasal 338 dan 339 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pembunuhan berencana. (*)

 

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved