Berita Sleman Hari Ini

Tahun Baru Imlek Jadi Momen Penjual Barongsai Mainan di Sleman Cari Cuan

barongsai merupakan merupakan tarian tradisional asal Tiongkok yang umumnya dipertunjukkan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Tak heran barongsai menjadi

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Christi Mahatma Wardhani
Agung (40) penjual mainan anak-anak yang memanfaatkan Imlek untuk menjual barongsai mainan di Toko Kidobona Toys, Sleman, Senin (23/01/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - barongsai merupakan merupakan tarian tradisional asal Tiongkok yang umumnya dipertunjukkan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Tak heran barongsai menjadi salah satu ikon Imlek

Itulah sebabnya Agung (40), penjual mainan anak-anak di Sleman mencoba peruntungan dengan menjual barongsai mainan.

Baca juga: Sebanyak 33 Negara Terlibat dalam ASEAN Tourism Forum 2023 di DI Yogyakarta

Pemilik toko mainan Kidobona Toys tersebut mengatakan penjualan barongsai mainan masih landai. 

Menurut pengalamannya, penjualan mulai meningkat paling tidak seminggu setelah Imlek.

Sehingga ia tidak kaget ketika barongsai mainannya belum laris terjual. 

"Kalau sekarang ini masih belum, paling tidak ya seminggu setelah Imlek. Biasanya anak-anak beli barongsai mainan karena sebelumnya sudah nonton di mal, atau di pusat-pusat keramaian pas Imlek. Jadi setelah nonton, baru beli," katanya saat ditemui di tokonya di sekitar Pasar Sleman, Senin (23/01/2023). 

"Untuk toko yang di sini (dekat Pasar Sleman) belum ada yang terjual. Tetapi kalau cabang yang di Jalan Magelang, sudah ada beberapa yang terjual. Karena di sana kan juga dekat dengan mal, jadi lebih banyak yang tahu," sambungnya. 

Meski mainan, namun barongsai yang ia jual tetep menyerupai aslinya.

Mulai dari bentuk kepala hingga sarung yang ada disambunbkan dengan kepala. Ukurannya juga relatif besar. 

Dari sisi harga, ia mematok harga Rp80ribu untuk satu buah barongsai mainan. 

"Bentuknya lebih besar, sehingga ya harganya juga lebih mahal. Produksi dari  Semarang," terangnya. 

Sementara ini, stok barongsai mainan yang ia miliki hanya 20.

Namun akan bertambah ketika permintaan barongsai mainan meningkat. 

Baca juga: Produk Unggulan Petani Kota Yogyakarta Bakal Terintegrasi dalam Satu Merk

"Kalau pas laku ya bisa 2-5 sehari, tetapi ya tidak pasti, namanya orang jualan," lanjutnya. 

Selain menjual barongsai mainan, Kidobona Toys juga menjual menjual jathilan mainan, mulai dari kerincing, pakaian untuk anak-anak, topeng reog, dan lainnya. 

"Jualan sekaligus melestarikan budaya. Jathilan ini kan kesenian tradisional juga yang perlu dirawat," imbuhnya. (maw) 
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved