Empat Program Andalan untuk Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem di Kulon Progo

Bappeda Kulon Progo menyiapkan empat program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kulon Progo menyiapkan empat program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo, Eka Pranyata, mengatakan keempat program di antaranya bantuan dan perlindungan sosial, pemberdayaan yang bersifat personal, pemberdayaan usaha mikro kecil (UKM) dan industri kecil menengah (IKM) serta perbaikan infrastruktur dan akses pasar.

Saat ini, Bappeda Kulon Progo tengah melakukan verifikasi warga yang termasuk kategori miskin ekstrem di lapangan.

"Kira-kira ada 14.700 penduduk miskin ekstrem di Kulon Progo. Sekarang tahap akhir validasi semoga minggu ini selesai," katanya, Senin (16/1/2023).

Bappeda Kulon Progo mencatat, angka kemiskinan ekstrem pada 2021 sekitar 3,44 persen dari total 443.361 penduduk di Kulon Progo.

Kemudian, angkanya menurun di 2022 menjadi 3,33 persen.

Eko menyebut, karakteristik orang dengan kemiskinan ekstrem adalah pendapatan yang rendah sehingga tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar khususnya makanan.

Namun di Kulon Progo, berdasar analisa sementara, kemiskinan ekstrem terbanyak adalah penduduk usia lanjut.

"Ini juga masih harus didukung bukti setelah kita bisa susun data kemiskinan ekstrem," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved