Respon Sri Sultan HB X Soal Rencana Penghentian PPKM : Kondisinya Sudah Jauh Lebih Bagus
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, saat ini tren kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY telah menurun selama sepekan terakhir.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal untuk menghentikan kebijakan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun ini.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun siap mengikuti segala kebijakan dari pemerintah pusat.
Terlebih penularan Covid-19 di wilayah ini juga dianggap sudah terkendali.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, saat ini tren kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY telah menurun selama sepekan terakhir.
Bahkan dalam sehari, rata-rata pasien Covid-19 yang mengalami kesembuhan lebih tinggi dibandingkan pasien terkonfirmasi Covid-19.
"Itu wewenang pusat ya, jadi memang kondisi sekarang Yogya ini satu minggu ini turun terus ya. Jauh gitu, antara yang positif sama yang sembuh sudah banyak yang sembuh. Memang kondisinya jauh lebih bagus," jelas Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (27/12/2022).
Sri Sultan HB X pun menyerahkan keputusan pencabutan kebijakan PPKM kepada pemerintah pusat. Pada prinsipnya, daerah siap mengikuti.
Termasuk jika Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga mencabut status pandemi di Indonesia menjadi endemi.
"Sekarang hanya bagaimana misalnya tahun depan itu sudah hilang tapi itu kan keputusan WHO yang bisa memutuskan ya tetap bagaimana fasilitas RS tetap harus memadai sehingga berarti kan bukan berarti Covid-19 hilang, tapi klasifikasinya bukan pandemi masih endemi," jelas Sri Sultan HB X menambahkan.
Jika kebijakan PPKM benar-benar dihapus, Sri Sultan HB X meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai penularan Covid-19.
Terutama untuk kalangan usia produktif agar mereka tidak menulari penyakit Covid-19 kepada kelompok rentan seperti warga lanjut usia dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Sebab, Covid-19 masih membahayakan bagi kelompok tersebut.
"Yang penting masyarakat harus menyadari memang problemnya itu bagi generasi muda nggak ada masalah. Merasa flu merasa batuk diam di rumah 3-5 hari sembuh. Tapi bagi yang komorbid nah ini masalah," jelas Sultan.
"Masalahnya kan yang umur 60 tahun ke atas yang punya penyakit lain. yang muda-muda nggak ada masalah," sambungnya.
Lebih jauh, Pemda DIY pun tetap akan mempersiapkan segala fasilitas untuk menangani pasien Covid-19.
Bed RS untuk Covid-19 maupun selter isolasi dapat diadakan sewaktu-waktu jika lonjakan pasien Covid-19 kembali terjadi.
"Kalau memang tidak masalah selama RS mampu menampung ya saya kira dari pengalaman yang ada seluruh RS tahu apa yang harus dilakukan untuk itu," jelas Sri Sultan HB X lagi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, terdapat 629 kasus aktif di DIY per Senin (26/12/2022).
Jumlah itu menurun dibandingkan sepekan sebelumnya atau (19/12/2022) di mana terdapat 834 kasus aktif kala itu.
Dalam sepekan terakhir jumlah penambahan kasus baru rata-rata berada di angka 15 kasus dalam sehari.
Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan saat terjadi lonjakan kasus di akhir November 2022 yang sempat mencatatkan 124 kasus positif dalam sehari.
"Data terakhir penambahan kasus hanya 8 pasien sementara semua tambah 85," kata Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokoler Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji.
Selain itu. dari ratusan kasus aktif, terdapat 128 pasien yang menjalani perawatan di RS rujukan Covid-19.
Rinciannya 15 pasien mendapat perawatan di ruang critical atau ICU dan 113 pasien mendapat perawatan di ruang non critical karena hanya bergejala sedang.
"Ketersediaan bed non critical 1.009 dan terpakai 113. Untuk critical tersedia 135 dan terpakai 15 tempat tidur," jelasnya. (*)