Dua Sapi di Sleman Dilaporkan Positif Terpapar Penyakit LSD 

Dari sejumlah kasus di lapangan, tingkat kematian penyakit infeksius yang menyerang sapi dan kerbau ini disebutkan di bawah 10 persen

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa (dinas pertanian pangan dan perikanan)
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, sedang melakukan tinjaun di kandang sapi di Sleman dengan gejala bentol-bentol seputar leher. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua ekor sapi di Kabupaten Sleman ditemukan positif menderita Lumpy Skin Disease (LSD).

Penyakit ini ditandai dengan munculnya bentol - bentol kecil seputar leher sapi.

Bentolan tersebut menimbulkan gatal dan membuat nafsu makan ternak berkurang.

Dari sejumlah kasus di lapangan, tingkat kematian penyakit infeksius yang menyerang sapi dan kerbau ini disebutkan di bawah 10 persen, dengan tingkat kesakitan (morbidilitas) mencapai 45 persen. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono, menceritakan temuan dua sapi terpapar LSD di Sleman bermula ketika petugas Puskeswan pada tanggal 20 Desember 2022, menemukan ternak sapi di Beran Kidul, Tridadi, Sleman dengan populasi 28 ekor ada yang menunjukkan gejala bentol-bentol pada kulit, demam dan kurang nafsu makan.

Petugas melaporkan temuan itu ke Isikhnas.

Selanjutnya, tanggal 22 Desember, ditindaklanjuti Bbvet Wates dengan menginvestigasi ke lapangan.

Beberapa ternak sakit dilakukan pengobatan dan diambil sampelnya. 

"Tanggal 23 Desember 2022 ditemukan positif. Jadi hasil pengujian LSDV PCR realtime menunjukkan 2 ekor sapi di kandang tersebut hasilnya positif," kata Suparmono, Senin (26/12/2022). 

Berdasarkan informasi dari pemilik, kata Suparmono, sapi tersebut dibeli dari Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping sepuluh hari lalu.

Saat dibeli, kondisi ternak dalam keadaan sehat. Namun selang beberapa hari kemudian, ternak tersebut mengalami gejala kurang nafsu makan dan demam serta muncul bentol-bentol kecil di sekitar leher.

Pemilik lalu melaporkan hal tersebut kepada petugas Puskeswan setempat. 

Suparmono mengatakan penyakit LSD tidak dapat menular ke manusia (bukan zoonosis).

Ini merupakan penyakit infeksius dari capripox virus dalam famili poxviridae yang juga dikenal dengan nama Neethling Virus.

Penyakit LSD, sejauh ini hanya menyerang pada ternak sapi dan kerbau.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved