Semangat Nguri-nguri Kabudayan Melalui Nitilaku UGM 2022 di Sepanjang Pedestrian Malioboro

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati Dies Natalis ke-73 Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui pagelaran Nitilaku 2022.

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
Kagama Beksan Jogja mempersembahkan tarian Gugur Gunung di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (18/12/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepanjang Pedestrian Malioboro tampak berwarna-warni dengan beragam penampilan seni dan budaya yang dipersembahkan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Minggu (18/12/2022).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati Dies Natalis ke-73 Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui pagelaran Nitilaku 2022.

PIC Kagama Beksan Jogja, Asti Wulandari, menuturkan  untuk menyemarakkan peringatan tersebut pihaknya mempersembahkan tarian Gugur Gunung.

"Tarian kami menceritakan tentang perempuan-perempuan yang bercocok tanam palawija. Saat kami melakukan kegiatan itu kami ingin menyampaikan bahwa segela pekerjaan setidaknya dapat dilakukan dengan hati yang gembira," kata dia kepada Tribunjogja.com di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (18/12/2022).

Dengan hati yang gembira itu diharapkan segala pekerjaan yang sedang dilakukan dapat membuahkan hasil sesuai dengan keinginan. 

Maka dari itu, dengan mengenakan kostum kebaya tradisional, ia bersama rekan-rekannya ingin menunjukkan bahwa pekerjaan saat bercocok tanam itu juga dapat dilakukan dengan hati yang gembira.

Tarian yang berdurasi selama enam menit itu setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkannya.

"Tapi kalau latihannya sendiri ya mungkin sekitar enam hari saja ya. Jadi sedikit singkat sih waktunya," tuturnya.

Pelatih Tari Gugur Gunung sekaligus Seniman Asal Yogya, Sri Supeni, menjelaskan inspirasi tarian tersebut.

"Saya sering melihat perempuan-perempuan desa bercocok tanam. Dari inspirasi itu saya kemas dengan nuansa yang penuh dengan kegembiaraan. Sehingga dalam penampilannya, para penari tadi penuh dengan senuman yang menggembirakan," jelasnya.

Sementara itu, konsep gerakan tari Gugur Gunung itu sengaja dibuat sederhana.

"Jadi untuk siapa saja yang ingin turut serta mengikuti gerakan tarian itu mereka akan cepat menyesuaikannya," sambungnya.
 
Kendati demikian, Ketua Umum Kagama Beksan, Drg. Dian Nirmalasari, mengatakan, sesuai dengan tema Nitilaku 2022 yakni Merti Bumi Ambangun Nagari, maka pihaknya turut mempersembahkan beragam tarian.

"Kagama Beksan itu ada banyak banget ya. Ada dari Jogja, Jabodetabek, Semarang, Solo dan Lampung. Jadi tarian yang dipersembahkan itu berbeda-beda," ucapnya.

Ia pun mengaku senang, persembahan tari yang dilakukannya dapat dilirik oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Pihaknya berharap, pelaksanaan Nitilaku pada tahun-tahun berikutnya dapat terus berjalan dengan baik.

"Kami InsyaAllah setiap tahun akan selalu bersama Nitilaku UGM untuk nguri-nguri kabudayan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved