PSS Sleman

Cerita Penyerang Muda PSS Sleman Saddam Emiruddin Gaffar: Berawal dari Kiper, Kini Jadi Striker

Saddam Emiruddin Gaffar, striker muda PSS Sleman ternyata punya cerita unik saat meniti kariernya sebagai pesepakbola.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.PSS Sleman
Sadaam Emiruddin Gaffar 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Striker muda PSS Sleman, Saddam Emiruddin Gaffar ternyata punya cerita unik saat meniti kariernya sebagai pesepakbola.

Sejak awal, pemain asal Jepara itu sebetulnya tidak bermain di posisi striker.

Saddam bercerita jika dulu sewaktu duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), dirinya adalah pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang alias kiper.

Dua tahun berselang, ternyata ia lebih cocok bermain di lini depan sebagai stiker.

"Iya dulu saya jadi kiper karena postur tubuh saya tinggi, tapi waktu kelas 5 (SD) akhirnya jadi striker. Jadi itu awalnya saran dari mas-mas saya juga, tapi tidak terlalu tahu alasan mereka menyarankan saya jadi striker apa," kata Saddam dikutip dari PSS TV.

Soal cerita berpindah haluan dari kiper ke striker, Saddam hanya mengatakan jika saudara-saudaranya adalah penggemar sepak bola.

Jadi ketika bermain di suatu lapangan, hampir seluruh keluarganya main bersama Saddam.

"Mungkin karena waktu main itu tidak ada yang mau jadi striker, terus saya disuruh naik ke depan," tegas Saddam.

Selanjutnya, Saddam disarankan untuk menimba ilmu sepak bola di Semarang Jawa Tengah ketika beranjak ke jenjang SMP.

Berkat kepiawaiannya di lini serang, Saddam sempat main di Persiku Soeratin, kemudian masuk dalam daftar pemain Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) di Salatiga, Jawa Tengah.

"Waktu itu pelatih SSB di dekat rumah ngasih tawaran ke akademi, saya bilang ke bapak ibu, dan mereka mengizinkan ke Semarang, di sana 3 tahun, terus ke Kudus ikut ke Soeratin Persiku, kemudian saya masuk ke PPLP, dulu namanya Diklat Salatiga. Di sana saya tidak sangka bisa masuk PPLP, tapi Alhamdulilah saya syukuri," kata Saddam.

Perjalanan karier Saddam Emiruddin Gaffar kian meningkat setelah ikut PPLP di Salatiga.

Ia sempat mencoba peruntungan di Bali United, hanya saja saat itu Saddam masih dalam masa ujian sekolah, sehingga batal bergabung dengan tim yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

"Setelah gagal gabung Bali United, ternyata ada peluang di akademi PSS Sleman, saya lolos di sana. Ya siapa yang tidak mau gabung PSS, tim yang juga tampil di Liga 1, dan tim ini adalah salah satu tim yang ingin saya bela selain Persijap Jepara," kata Saddam.

Setahun berselang, Saddam Emiruddin Gaffar mendapat panggilan dari Timnas U-19 Indonesia yang dipimpin Shin Tae-yong.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved