Berita Kulon Progo Hari Ini

BPBD Kulon Progo Segera Terbitkan SE Tentang Normalisasi Drainase bagi Lurah dan Panewu

Surat edaran (SE) ini sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kulon Progo akhir-akhir ini.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Kulon Progo segera menerbitkan surat edaran (SE) tentang normalisasi drainase bagi lurah dan panewu.

Hal ini sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kulon Progo akhir-akhir ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo , Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, penerbitan SE setelah adanya perintah dari kepala daerah beberapa waktu lalu. 

"Kami dapat perintah dari pak bupati Senin (5/12/2022) lalu diminta untuk segera menerbitkan SE bagi lurah dan panewu terkait normalisasi drainase untuk antisipsi banjir di wilayahnya masing-masing. Termasuk pembersihan sampah seperti ranting, bambu, pohon pisang yang bisa menyumbat gorong-gorong sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman warga," jelasnya, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Tebing Setinggi 5 Meter Longsor, Jebol Dinding Tembok rumah Warga di Milir Kulon Progo

Sesuai perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ), SE akan berlaku sekitar 6 bulan di 12 kapanewon dan 88 kalurahan/kelurahan di Kulon Progo , meliputi wilayah selatan dan utara. 

"Di wilayah utara, saat terjadi hujan namun drainasenya tidak bagus akhirnya terjadi longsor," ucap Joko.

Terkait penyusunan SE, prosesnya sekarang ini sudah masuk di bagian hukum. 

Sedangkan, perpanjangan status tanggap darurat berlaku hingga Senin (12/12/2022) besok.

Selanjutnya, melihat kondisi di lapangan.

Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo , Tri Saktiyana menambahkan, penerbitan SE mengingat sebagian besar landslide di Kulon Progo dipicu oleh aliran air yang membahayakan ketika arusnya semakin deras.

Selain itu, juga disebabkan saluran air yang ada tidak berfungsi optimal. 

Ia berharap ada gerakan bersama untuk pembersihan sampah seperti tumpukan kayu, daun agar jalannya air lancar dan mengurangi landslide di lereng.

"Kami juga ingin penanaman pohon bisa dilakukan. Serta mengurangi penebangan pohon khususnya di wilayah lereng agar lebih aman menghadapi curah hujan yang masih di atas rata-rata hingga Januari," ucapnya.

Terkait alokasi anggaran untuk penanganan bencana di tahun ini sudah menipis.

Baca juga: Hujan Deras di YIA Kulon Progo, Dua Maskapai Super Air Jet Dialihkan Pendaratan ke Bandara Juanda

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved