Berita Bantul Hari Ini

BPBD Bantul Catat Ada 23 Titik Lokasi Terdampak Hujan Disertai Angin Kencang 

Hujan disertai angin kencang yang melanda DI Yogyakarta pada Senin (5/12/2022) siang berdampak berbagai kerusakan di Kabupaten Bantul.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi hujan deras disertai angin kencang 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan disertai angin kencang yang melanda DI Yogyakarta pada Senin (5/12/2022) siang berdampak berbagai kerusakan di Kabupaten Bantul.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat ada sebanyak 23 kejadian kerusakan yang diakibatkan dari kondisi alam tersebut.

Baca juga: Tribunnews Juga Harus Berpartisipasi Dalam Pendidikan Politik untuk Pemilih 

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta mengungkapkan hujan dan angin kencang menyebabkan pohon tumbang tersebar di tiga kapanewon Kabupaten Bantul.

Seperti di kapanewon Sewon tepatnya di Bangunharjo, terdapat 1 lokasi pohon tumbang, kemudian di kapanewon Pandak di kalurahan Caturharjo sebanyak 3 lokasi dan Triharjo 17 lokasi.

Sementara untuk kapanewon Bambanglipuro ada 1 lokasi pohon tumbang yakni di Kalurahan Sidomulyo.

"Dampak dari kejadian pohon tumbang mayoritas merusak rumah dengan jumlah 12 titik, kemudian menutup akses jalan sebanyak 8 titik, memutus jaringan listrik 3 titik, memutus jaringan telepon ada 2 titik, serta merusak kandang sebanyak 1 titik," ungkapnya. 

Selain pohon tumbang, BPBD Bantul juga mencatat hujan deras menyebabkan robohnya talud di Padukuhan Mojosari RT 04, Wonolelo, Kapenewon Pleret. Dikatakannya, talud dengan panjang 12 meter roboh dan sempat menutup aliran sungai.

"Untuk estimasi kerugian dari hasil penghitungan sementara BPBD Bantul berkisar Rp 25 juta," imbuhnya.

Atas kejadian-kejadian tersebut, warga dibantu relawan dan petugas BPBD, kepolisian dan PLN  bergotong royong melakukan upaya evakuasi pohon tumbang. 

Meskipun belum ada laporan korban jiwa akibat bencana hujan disertai angin kencang tersebut, namun Agus Yulitetap meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terkait dengan potensi yang ada di wilayah masing-masing.

Termasuk untuk ke depannya dapat memangkas pohon yang rimbun, terlebih potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. 

"Dengan demikian daya tekan angin akan kecil sehingga kemungkinan pohon tumbang juga kecil," ucapnya.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, FPRB, lembaga terkait dan jejaring kebencanaan.

Baca juga: Jadi Lokasi Akad Nikah Kaesang-Erina, Royal Ambarrukmo Sodorkan Sejumlah Menu Makanan

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogjakarta Reni Kraningtyas menyampaikan bahwa pada bulan Desember ini intensitas hujan memang diprediksi cukup tinggi dengan curah hujan kisaran 151 - 400 milimeter per bulan. 

Hujan dengan intensitas tinggi juga akan masih melanda hingga awal tahun 2023 nanti.  

Diperkirakan curah hujan pada Januari 2023 meningkat dengan kategori sangat tinggi berkisar 301-500 milimeter per bulan.

Sementara untuk bulan Februari 2023 masuk kriteria menengah - tinggi dengan kisaran 201 - 500 milimeter per bulan.

"Memasuki bulan Januari hingga Februari sebagian wilayah di DIY diprediksi sudah menghadapi puncak musim hujan," terangnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved