Cerita Sepasang Kakek-Nenek di Klaten yang Terima UGR Tol Yogyakarta-Solo Rp89 Juta

Minto mengatakan total luas sawah itu sekitar 2.100 meter persegi. Namun, hanya 93 meter persegi yang diterjang proyek Tol Yogyakarta-Solo

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Sejumlah warga saat mengikuti proses pembayaran uang ganti rugi tanah terdampak tol di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Rabu (23/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sepasang kakek-nenek di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendapatkan uang ganti rugi (UGR) Tol Yogyakarta-Solo senilai Rp89 juta.

Pasangan kakek nenek bernama Minto (80) dan Wakinem (75) itu berencana untuk menggunakan uang ganti rugi proyek jalan tol itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Keduanya juga sempat ditawari oleh sales mobil untuk membeli kendaraan, namun keduanya belum berminat untuk membeli kendaraan roda empat tersebut.

"Kendaraan sudah punya walau tidak bagus, untuk biaya hidup saja uangnya," ujar Minto saat TribunJogja.com temui di balai Desa Tambakan di sela-sela pembayaran UGR tersebut, Rabu (23/11/2022).

Ia mengatakan, uang ganti rugi Rp89 juta yang diterima merupakan kompensasi dari tanah sawah milik istrinya bernama Wakinem yang kena terjang proyek tol.

Minto mengatakan total luas sawah itu sekitar 2.100 meter persegi. Namun, hanya 93 meter persegi yang diterjang proyek jalan bebas hambatan itu.

"Kalau sisanya kan masih bisa dipakai untuk menanam padi lagi," akunya.

Disinggung terkait nilai UGR yang diterima, Minto dan Wakinem mengatakan pasrah saja dengan keputusan pemerintah.

"Ini kan proyek pemerintah, kalau cocok atau tidak ya kami ikut saja," ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho mengatakan pembayaran UGR tanah terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo bagi warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kembali berlanjut.

Kali ini, pembayaran UGR dilaksanakan bagi 34 warga Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan.

Puluhan warga itu menerima UGR senilai total Rp35 miliar.

Pelaksanaan pembayaran UGR itu dilaksanakan di Aula Desa Tambakan, Rabu (23/11/2022).

"Ada 34 bidang tanah warga yang dibayarkan. Nilainya sekitar Rp35 miliar," ujarnya.

Menurut dia, tanah yang terdampak proyek tol di desa itu berupa tanah persawahan dan pekarangan.

Adapun total luas lahan yang kena jalan bebas hambatan di desa itu yakni 28.118 meter persegi.

Ia menyebut sejauh ini, proses pembayaran UGR di Kabupaten Klaten berjalan cukup kondusif.

Christian pun optimis hingga akhir tahun ini pembayaran UGR rampung dikerjakan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved