Piala Dunia 2022
PROFIL Ghanim Al-Muftah, Remaja Tanpa Kaki yang Bacakan Ayat Al-Quran di Panggung Piala Dunia 2022
Pembukaan Piala Dunia 2022 sudah digelar di Stadion Al Bayt, Qatar. Satu hal yang spesial, turnamen empat tahunan itu dibuka oleh Ghanim Al-Muftah
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Pembukaan Piala Dunia 2022 sudah digelar di Stadion Al Bayt, Qatar.
Satu hal yang spesial, turnamen empat tahunan itu dibuka oleh Ghanim Al-Muftah yang memang didapuk menjadi Duta Piala Dunia 2022.
Ghanim Al-Muftah adalah seorang pemuda kelahiran 5 Mei 2002 dengan kondisi langka yang dikenal sebagai Caudal Regression Syndrome (CDS).
Itu adalah penyakit yang menyebabkan pasien terlahir tanpa bagian bawah tubuh. Alhasil, ia membutuhkan kursi roda dalam beraktivitas.
Ghanim Al-Muftah membawakan pesan perdamaian, duet dengan aktor kawakan Morgan Freeman.
Di momen itu, mereka saling berbincang di tengah lapangan dan berbicara tentang kemanusiaan, rasa hormat dan inklusi.
Tak ketinggalan, Ghanim Al-Muftah turut membacakan sepotong ayat suci Al Quran untuk membuat suasana tersebut menjadi lebih khidmat.
Ghanim Al-Muftah memang tidak membiarkan kondisi itu menghambat hidupnya.
Dia telah belajar mengatasi rintangan. Dalam beberapa situasi, ia bisa beraktivitas tanpa kursi roda.
Baca juga: PESAN Jungkook BTS untuk Timnas Korea di Piala Dunia 2022 Qatar: Jangan Sampai Terluka, Semangat!
Ya, Ghanim Al-Muftah bisa berpartisipasi dalam olahraga ekstrem seperti skateboard, dan panjat tebing. Itulah kenapa ia dianggap sebagai sosok inspiratif.
Dari segi pendidikan, Ghanim saat ini sedang mengejar gelar universitasnya. Jurusan ilmu politik diambilnya, dengan tujuan menyeluruh untuk menjadi seorang diplomat.
Selain itu, Ghanim Al Muftah juga seorang pengusaha.
Ia meluncurkan Gharissa Ice Cream, sebuah perusahaan yang berbasis di Qatar yang diklaim menciptakan pengalaman es krim bintang lima.
Waralabanya telah diperluas ke luar negeri dan di seluruh wilayah Teluk.
“Saya bekerja dengan beragam orang, dari segala usia dan kebangsaan, yang datang bersama untuk satu tujuan. Mereka memberi saya harapan besar untuk masa depan. Itu adalah pengalaman yang memperkaya dan saya berteman seumur hidup. Akan lebih baik lagi di Piala Dunia,” katanya, dikutip dari situs web pribadi.