Berita Sleman Hari Ini

Pasar Bakal Dirobohkan, Pedagang Pasar Godean Mulai Berkemas

Pasar Godean di Kabupaten Sleman rencananya akan dirobohkan pada bulan Februari 2023 untuk dibangun ulang dengan desain tiga lantai.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Gambar rencana pembangunan revitalisasi Pasar Godean di Kabupaten Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasar Godean di Kabupaten Sleman rencananya akan dirobohkan pada bulan Februari 2023 untuk dibangun ulang dengan desain tiga lantai.

Saat ini, aktivitas perniagaan di pasar di Sidoagung tersebut masih berjalan normal.

Para pedagang masih menggelar dagangan seperti biasa.

Meskipun, sebagian pedagang sudah mulai berkemas membawa pulang sebagian barang dagangan. 

"Pedagang sudah mulai usung barang. Setelah sosialisasi tanggal 7-11 November kemarin, (pedagang) mulai pada nyicil pindah barang," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean , Sri Kundari, Jumat (18/11/2022). 

Baca juga: Pedagang Pasar Godean Harus Segera Pindah Pertengahan Desember 2022, Menghendaki Pindah 1 Kali

Sebagian barang dagangan pedagang mulai dibawa pulang.

Sebab, lahan yang akan digunakan untuk transit pedagang dibuat dengan ukuran los terbatas.

Pedagang tidak mungkin membawa banyak barang dagangan di lokasi transit.

Karenanya, sebagian dagangan mulai dipindahkan. 

Kepala UPT Pelayanan Pasar Wilayah 1 yang mengelola Pasar Godean , Robertus Esthi Raharja menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi rencana pembangunan pasar induk, rencana transit, bahkan rencana relokasi kepada pedagang ditanggal 7-11 November lalu.

Pedagang yang terundang 853 pedagang.

Setelah sosialisasi, pedagang diberi kesempatan untuk mengisi surat pernyataan.

Surat tersebut lalu dibawa pulang, apakah bersedia atau tidak.

Saat ini sebagian pedagang sudah menyerahkan surat pernyataan. 

"Mayoritas pedagang bersedia. Kalau ada dinamika pertanyaan, itu hal yang wajar," kata dia.

Nantinya, pedagang akan transit terlebih dahulu sebelum menempati lahan relokasi di Sidoluhur.

Esthi menjelaskan, mengapa pedagang harus transit sebelum menempati lahan relokasi, karena pembangunan pasar yang didanai melalui APBN Kementerian PUPR senilai Rp 106 miliar itu dipercepat berdasarkan Instruksi Presiden.

Targetnya, bulan Februari 2024 harus selesai.

Alhasil, relokasi yang sebelumnya direncanakan awal Mei 2023 maju lebih cepat di pertengahan Desember 2022 ini.

Sementara lahan di Sidoluhur, yang merupakan lahan pertanian tebu belum siap ditempati untuk relokasi.

Saat ini masih dalam proses pematangan sehingga pedagang sementara transit, sampai lahan di Sidoluhur bisa ditempati. 

Baca juga: Revitalisasi, Pasar Godean Sleman Harus Rata dengan Tanah pada Februari 2023

"Jadi pembangunan maju. Lahan relokasi belum siap. Pedagang mau berdagang di mana?. Akhirnya keputusannya tidak seperti direncanakan semula, maka ya dipindahkan dulu ke transit," ujar dia.

Ada tiga tempat yang dijadikan lokasi transit pedagang, yaitu di pasar Hobies dan pasar kuliner belut.

Di dua lokasi tersebut sudah cukup tertata.

Esthi mengaku hanya memasang tenda karena dibagian alas sudah ada conblok.

Sementara di Sidokarto, lokasi transit pedagang Pasar Godean menempati lahan terbuka, Tanah Kas Desa.

Di lokasi tersebut, sekarang sedang dibangun bangunan semi permanen menggunakan rangka bambu dan atap galvalum.

Pedagang diminta pindah dengan memperkirakan barang secukupnya karena luas los terbatas.

"Saat sosialisasi sudah kami sampaikan ke pedagang untuk memperkirakan jumlah barang yang akan bisa dipajang di transit. Di tempat yang sedemikian terbatas, tentu tidak mungkin semua barang akan bisa dibawa. Mungkin barang akan dicicil untuk dibawa ke rumah, atau dibawa ke tempat lain yang bisa disediakan oleh para pedagang," ujar dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved