Berita Pendidikan Hari Ini

Kominfo: Transformasi Digital pada Sektor Pendidikan Bakal Dipercepat, Guru Harus Kuasai Teknologi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berjanji akan mempercepat proses transformasi digital pada sektor pendidikan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kominfo gelar webinar memeringati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang. Webinar diikuti lebih dari 1.000 guru secara luring dan daring, Rabu (16/11/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berjanji akan mempercepat proses transformasi digital pada sektor pendidikan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Ekonomi Digital Kominfo RI, I Nyoman Adhiarna dalam webinar bertajuk ‘Transformasi Digital di Sektor Pendidikan’, Rabu (16/11/2022).

Webinar tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2022 nanti.

Baca juga: Zelensky Berbohong, Ledakan Rudal di Polandia Bisa Rusak Kepercayaan NATO

Adapun webinar diikuti oleh lebih dari 1000 guru yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda.

Nyoman mengatakan, salah satu visi Indonesia 2045 adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian adalah Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
 
“Oleh karena itu, kita perlu memberikan perhatian khusus pada pendidikan dan penguasaan teknologi digital. Pada RPJMN tahun 2020-2024 telah melihat bahwa transformasi digital pada sektor-sektor strategis nasional perlu dilaksanakan dan dipercepat,” jelasnya dalam webinar dikutip Jumat (18/11/2022).

Ia menambahkan, pada rencana strategis 2020-2024, Kominfo akan memfokuskan pengembangan sektor-sektor ekonomi yang menjadi sektor strategis mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Dan tentunya, tetap pada pengembangan kawasan prioritas nasional, salah salah satu sektor strategis yang dimaksud adalah sektor pendidikan,” paparnya.
 
I Nyoman Adhiarna juga menambahkan dalam salah satu riset dari AlphaBeta pada tahun 2020 menunjukan apabila Indonesia melakukan intensifikasi peningkatan keterampilan digital, maka tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital akan memberikan kontribusi sebesar 4.434 triliun terhadap PDB Indonesia di tahun 2030.

Tentunya, hal dapat menjadi semangat bagi guru untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital yang siap bersaing.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Ekonomi Digital turut berpartisipasi dengan bergerak sebagai enabler untuk mendukung program-program dari Kemdikbud ristek yang merupakan leading sector dari bidang pendidikan.

“Sepanjang Tahun 2022 ini, Kominfo telah menyelenggarakan program adopsi teknologi digital sektor pendidikan di berbagai lokasi di Indonesia meliputi Bali, Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Sorong, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kuningan, Kota Medan, Kota Padang, dan Kota Tual,” rincinya.

Dia melanjutkan, Kominfo juga berkolaborasi dengan Kemdikbudristek untuk mensosialisasikan Platform Merdeka Mengajar, dalam penyelenggaraan kegiatan, Kominfo juga menggandeng Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota dan seluruh sekolah negeri maupun swasta.
  
Salah satu pembicara dalam webinar, Indra Charismiadji, Direktur Eksekutif CERDAS, dalam pemaparannya menjabarkan tentang diferensiasi, konsep yang diusung dalam Kurikulum Merdeka.

“Pembelajaran berdiferensiasi intinya adalah pembelajaran yang fokusnya kepada murid, dan setiap murid tidak mungkin sama. Guru perlu mengetahui cara menghadapi siswa yang berbeda-beda tersebut,” jelas Indra.
 
Kemudian, Hendi Pratama, Founder EdutransID menyampaikan bahwa dalam proses belajar mengajar, guru perlu mencoba memberikan konteks yang relevan.

Baca juga: Ketika Cristiano Ronaldo Jujur Komentari Lionel Messi

Menurutnya, banyak pendidik yang masih menggunakan pendekatan yang sama saat menulis di media akademik dan di media sosial, padahal seharusnya berbeda.

“Mari menjadi teacher influencer dengan mencoba hal baru sehingga tidak kalah dengan Key Opinion Leader saat ini,” ujarnya.
 
Dalam webinar yang berlangsung selama delapan jam mengulas tentang berbagai macam problema sistem pembelajaran, mulai dari kurikulum yang diajarkan hingga pembelajaran teknologi yang mengharuskan guru beradaptasi dan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pembelajaran yang menyenangkan. (Ard)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved