Berita Kriminal Hari Ini

Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Klitih Kirim Surat Banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta

Para penasihat hukum terdakwa kasus kekerasan jalanan atau klitih mulai menyiapkan memori banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para penasihat hukum terdakwa kasus kekerasan jalanan atau klitih mulai menyiapkan memori banding ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta.

Kasus perkara itu pun kian panjang, sebab kelima terdakwa semuanya mengajukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi.

Penasihat hukum terdakwa RNS (18) Arsiko Daniwidho Aldebarant mengatakan, surat pernyataan banding telah dikirim ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta pada Kamis lalu.

Baca juga: Atap di Dua Gedung Olahraga Kabupaten Sleman Bocor, Begini Tanggapan DPUPKP

Kemudian untuk memori bandingnya bakal dikirimkan pada Kamis (17/11/2022) besok.

"Konteksnya kami meminta adanya pemeriksaan ulang pengadilan," kata Arsiko, Rabu (16/11/2022).

Dia menilai majelis hakim dalam memutus perkara itu tidak berimbang.

"Alasannya karena fakta-fakta yang kami munculkan tidak dipertimbagkan. Yang dari penuntut umum jelas-jelas di kamera CCTV tidak teridentifikasi siapa pelakunya," jelasnya.

Selain itu, Arsiko menilai tidak ada barang bukti forensik yang memperkuat fakta persidangan oleh penuntut umum.

"Terus tidak ada juga barang bukti forensik. Sehingga korelasinya tidak ada. Gir ini hubungannya apa dengan kejadian itu tidak ada. Itu tidak dilakukan uji forensik," terang dia.

Dengan urgensi kasus yang saat ini bergulir, Arsiko berharap upaya banding itu dapat selesai kurang dari tiga bulan.

Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Taufiqurrahman selaku penasihat hukum terdakwa FAS.

"Karena sudah memutar balik fakta, bahkan merekayasa barang bukti, artinya merekayasa saksi," kata Taufiq.

Dasar pernyataan itu dijelaskan Taufiq bermula dari isi dakwaan ini tidak sesuai dengan peristiwa kejahatan tersebut.

Baca juga: PPP dan GPK Tegaskan Tidak Terlibat dalam Deklarasi Dukungan Anies Baswedan di Jogja

"Untuk membuktikan rangkaian peristiwa ini saja tidak terbukti. Dari mana kaitannya peristiwa di Druwo dan Gedungkunung?" Ujarnya.

Dia mengecam keras tindakan kekerasan jalanan, akan tetapi penegakan hukum dalam pengusutan kasus yang menjerat kliennya itu harus tegak lurus. 

"Untuk itu kami Jumat akan mengirimkan memori banding ke Pengadilan Tinggi," tegasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved