Pemuda Buddha dari 34 Provinsi di Indonesia Berkumpul Gelar Dialog Antar-Umat Beragama di Magelang

Dialog keagamaan ini merupakan peran penguatan  pemuda-pemudi untuk mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Tayang:
Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Pembukaan dialog keagamaan oleh berbagai elemen di Hotel Puri Asri, Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kota Magelang kembali menjadi tempat berlangsungnya dialog keagamaan bagi pemuda-pemudi Buddha dari 34 provinsi di Indonesia.

Kegiatan dialog ini menjadi kedua kalinya setelah pernah dihelat pada tahun 2015 lalu.

Dirjen Bimas Buddha, Kementerian Agama Republik Indonesia, Supriyadi, mengatakan dialog keagamaan ini merupakan peran penguatan  pemuda-pemudi untuk mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Kami melibatkan pemuda-pemudi Buddha dari 34 provinsi masing-masing 7 orang.  Serta, melibatkan pemuda lintas agama di Kabupaten Magelang sejumlah 50 orang. Ini untuk membangun kebersamaan di antara para pemuda,"ujarnya usai kegiatan di Hotel Puri Asri Kota Magelang, Rabu (16/11/2022).

Ia menjelaskan, tujuan dari dialog keagamaan ini agar para pemuda lintas agama ini bisa saling berbaur.

Semakin cinta tanah air, dan saling mengikat kebersamaan. 

"Karena kebersamaan itu, bukan maksud mencampuri persoalan agama. Tetapi bersama dalam saling menghargai keberagaman agama,"ujarnya.

Terkait dipilihnya kembali Magelang sebagai lokasi pertemuan dialog keagamaan, Supriyadi mengatakan karena  wilayah ini merupakan lokasi keberadaaan bangunan suci umat Buddha yakni Candi Borobudur.

Terpisah, Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi, Wibowo Prasetyo, mengatakan kegiatan ini mengajak pemuda menjadi pelopor dalam dialog antarumat beragama yang dilakukan secara jujur dan realistis.

Kegiatan ini digelar sekaligus sebagai salah satu agenda pemanfaatan Candi Borobudur sebagai pusat ibadah agama Buddha Indonesia dan dunia.

Menurut Wibowo,  kegiatan ini juga menjadi satu rangkaian dari G20 di Bali.

Sebelumnya, telah digelar juga forum Religion of Twenty atau R20 yang menghasilkan satu gerakan global, sekaligus sebagai kontribusi aktif dan positif terhadap pembangunan manusia dan masa depan yang lebih baik bagi peradaban manusia.

Forum R20, kata Wibowo, telah menghasilkan 11 komunike yang menjadi seruan bersama para pemuka agama dari 32 negara. 

"Salah satu seruan yang penting adalah mendorong percakapan yang jujur dan realistis di dalam dan di antara umat beragama guna menjamin agar agama berfungsi sebagai solusi yang asli dan dinamis, bukan sebagai masalah," terangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved