Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Sosok Mendiang Fransiska Ncis yang Sukarela Donorkan Satu Ginjalnya, Gemar Bantu Sesama
Ia sempat menjadi inspirasi netizen ketika tahun 2021 dirinya mendonorkan satu ginjalnya secara sukarela kepada seseorang yang membutuhkan.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suara Rusmijati (73) tercekat menceritakan kepergian sang anak, Fransiska Adhitya Anggraini atau Fransiska Ncis.
Ia sering terdiam ketika tim Tribunjogja.com berbincang sebentar dengannya, sebelum misa requiem di Ruang Duka Rumah Sakit (RS) Panti Rapih dilaksanakan.
“Siska adalah anak yang mandiri,” bukanya, masih dengan suara yang lirih, Jumat (11/11/2022).
Siska, begitu ia kerap disapa, cukup tenar di media sosial karena kisah-kisah kemanusiaannya.
Dia sempat menjadi inspirasi netizen ketika tahun 2021 dirinya mendonorkan satu ginjalnya secara sukarela kepada seseorang yang membutuhkan.
Baca juga: Pahlawan Kemanusiaan Itu Kini Telah Pergi Untuk Selama-lamanya, Selamat Jalan Fransisca Ncis
Donor ginjal itu dilakukan tepat setahun lalu, kurang lebih pada tanggal 9 November 2021.
Dalam linimasa Facebook Siska, satu hari setelah pendonoran, 10 November 2021, ia menceritakan bahwa keadaannya sudah membaik.
“Kemarin saya sudah siuman dari operasi donor ginjal pukul 3 sore. Lalu, saya masuk ke ruang pemulihan pasca operasi. Hari ini, saya kidungkan syukur dan pujian untuk Gusti Yesus, yang sudah menyertai saya. Saya tinggal pemulihan. Thanks atas doa dan ucapan dari semua,” ujar Siska sambil mengunggah nyanyian syukurnya.
Siapa sangka, dia yang sering disebut sebagai pahlawan kemanusiaan itu, justru kembali ke hadapan yang Kudus tepat pada Kamis, 10 November 2022, satu tahun setelah ia mendonorkan ginjalnya.
Siska, meninggal dunia di RSUD Tarakan, Jakarta, kurang lebih jam 07.59 WIB.
Jenazahnya kemudian dibawa pulang ke Yogyakarta, kampung halamannya dan disemayamkan di Ruang Michael RS Panti Rapih, Kamis (11/11/2022).
Rusmijati tak bisa bercerita banyak.
Di ruang duka itu, silih berganti berdatangan kerabat, rekan dan keluarga Sisca yang ingin memberikan persembahan terakhir bagi perempuan berusia 31 tahun tersebut.
Maka, Rusmijati harus menyalami para tamu satu persatu, menerima mereka yang mengucapkan bela sungkawa dan merasa sedih atas kepergian Sisca.
“Sisca itu melihat keluarganya. Eyangnya Sisca, yang kakung dan putri, suka membantu tanpa pamrih. Saya, sama mendiang bapaknya Sisca, hidup sederhana. Sisca sudah bisa menilai mana yang buruk dan baik sejak kecil, dia selalu punya prinsip,” tutur Rusmijati.
Prinsip tolong menolong itu kemudian menjadi cermin Sisca.
Dia sering terlihat membantu sesama yang membutuhkan.
Unggahan terakhir di Facebook adalah ketika dia mengunjungi kawasan Jakarta Barat untuk melihat anak berkebutuhan khusus pada 14 Oktober 2022.
Sebelumnya, dia juga pernah mengunggah aktivitasnya membantu korban kebakaran di Krendang, Tambora, Jakarta Barat pada 18 Oktober 2021.
“Ayah Siska sudah tiada sejak tahun 2006. Awalnya karena diabetes dan kemudian pengaruh ke ginjalnya. Tahun 2006 itu setelah gempa itu, mbak. Dari situ, Siska sering juga donor darah. Saya juga sering donor darah waktu belum darah tinggi,” ucapnya.
Di media sosial, Siska dikenal sebagai pahlawan kemanusiaan.
Banyak orang terharu sepeninggalannya, meski tiada pernah berjumpa secara fisik.
Baca juga: Isi Surat Wasiat Fransiska Ncis soal Donasi Kornea Mata, Diunggah 2 Bulan Setelah Donasi Ginjal
Kisahnya yang mendonorkan ginjal dan kornea mata selalu diingat siapapun yang mengenang namanya.
“Saya saksinya. Dulu, sebelum donor itu, dia tanya boleh atau tidak. Ya saya jawab, gak apa, kan dulu saya sama bapaknya juga daftarkan donor mata. Cuma, karena bapaknya katarak dan kena gula, jadi gak mungkin. Saya boleh saja, karena kita berbagi untuk orang yang memerlukan,” tukasnya.
Tepat sebelum tiada, Siska berjanji untuk menceritakan pengalamannya setelah satu tahun mendonorkan ginjal .
“Terima kasih untuk tiga ribu viewers YouTube yang sudah menonton sharing kisah donor ginjal yang saya buat tidak lama pasca operasi tahun lalu,” tulisnya pada 12 Oktober 2022.
“Bulan depan adalah tepat satu tahun pasca operasi donor ginjal saya, dan nanti saya akan sharing kembali mengenai kondisi saya selama setahun ini yang hanya bermodalkan satu ginjal kemana-mana, karena begitu banyak pertanyaan dari netizen dan teman semua yang mempertanyakan bagaimana impact atau rasanya hidup dengan satu ginjal. Wait and see!,” unggahnya lagi.
Sayang, cerita itu tidak akan terdengar dari sosok Siska. Selamat jalan, Fransiska Adhitya Anggraini! ( Tribunjogja.com )