Berita Gunungkidul Hari Ini

GKR Hemas Minta Pemulihan Trauma Pelajar SD Muhammadiyah Bogor Playen Jadi Prioritas

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengunjungi SD Muhammadiyah Bogor , Playen, Gunungkidul pada Jumat (11/11/2022).

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
GKR Hemas (tengah) saat meninjau lokasi kejadian atap ambruk di SD Muhammadiyah Bogor, Playen, Gunungkidul, Jumat (11/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengunjungi SD Muhammadiyah Bogor , Playen, Gunungkidul pada Jumat (11/11/2022).

Ia melihat langsung lokasi kejadian atap ambruk hingga bertemu dengan para wali pelajar.

Ia pun meminta agar kondisi psikis para pelajar hingga tenaga pengajar di SD tersebut jadi prioritas.

"Yang paling penting itu trauma healing bagi anak-anak hingga guru-guru," kata Hemas.

Menurutnya, pemulihan trauma perlu dilakukan agar kondisi para pelajar, wali, hingga tenaga pengajar bisa normal kembali.

Baca juga: Pernyataan Sri Sultan HB X Soal Ambruknya Atap SD Muhammadiyah Bogor yang Renggut Satu Korban Jiwa

Sehingga aktivitas pembelajaran bisa kembali dilakukan.

Hemas pun juga mengatakan tragedi atap ambruk ini jadi pembelajaran bagi seluruh sekolah.

Khususnya agar memperhatikan kondisi bangunan serta meningkatkan kewaspadaan.

"Jangan sampai kejadian ini kembali terulang," ujarnya.

Hemas berharap kejadian ini tidak membuat para pelajar hingga walinya khawatir terkait keamanan gedung sekolah.

Sebab ia menilai kondisi bangunan di DIY, termasuk di Gunungkidul, terbilang aman.

Kepala SD Muhammadiyah Bogor , Indah Suryani mengatakan pihaknya melakukan pertemuan dengan para wali pelajar.

Terutama pelajar yang jadi korban luka ringan dari kejadian lalu.

Para korban turut mendapatkan santunan yang diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Santunan juga diberikan pada korban meninggal dunia, yaitu FA.

Baca juga: 8 Fakta Ambruknya Atap SD Muhammadiyah Bogor Hingga Memakan Satu Korban Jiwa

"Santunan bagi 11 luka ringan sebesar Rp 2,5 juta, untuk yang meninggal dunia sebesar Rp 15 juta," jelas Indah.

Pihak yayasan pun turut memberikan santunan pendidikan bagi adik FA.

Sebagai informasi, FA memiliki 2 adik yang masih bersekolah.

Indah mengatakan kedua adik FA akan diberikan kesempatan untuk bersekolah tanpa biaya alias gratis.

Biayanya akan ditanggung penuh oleh yayasan Majelis Pendidikan Muhammadiyah.

"Keduanya akan disekolahkan hingga lulus SMA," ujarnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved