Berita Purworejo

Jalan Purworejo-Magelang Berlubang, Warga Dusun Diponayan Turun Tangan 

Kondisi aspal di sepanjang Jalan Jend Subroto atau Jalan Purworejo - Salaman Magelang sangat mengkhawatirkan.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Warga Dusun Diponayan, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, saat melakukan aksi penambalan jalan berlubang pada Selasa (8/11/2022) malam. 

"Kemanusiaan saja, spontanitas dari pemuda khususnya warga Dusun Diponayan. Alasannya, di daerah itu sering ada kecelakaan karena menghindari lubang terus jatuh," katanya saat ditemui Kamis (10/11/2022). 

Ia mengungkapkan, aksi tersebut menggunakan dana swadaya masyarakat.

Mereka patungan (urunan) untuk membeli pilok dan material penambalan aspal seadanya. 

"Pada Selasa siang (8/11/2022) pemuda memberi tanda jalan berlubang menggunakan pilok, lalu malamnya mereka melakukan aksi penambalan. Jalan yang ditambal kira-kira sepanjang 500 meter menggunakan material aspal ala kadarnya. Kebetulan, kemarin ada warga yang biasa nyupir truk aspal," terangnya.

Video kegiatan penambalan jalan berlubang oleh warga Dusun Diponayan, Desa Kebongunung, sempat mencuat di media sosial.

Fahri menilai usai beredar video itu pihak DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan penambalan Jalan Purworejo - Magelang di sekitar Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

 

Sementara itu, Staf Teknis Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang 2 Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, mengungkap bahwa pemeliharaan dan penambalan Jalan Purworejo-Magelang masih rutin dilaksanakan.

Pihaknya menyebut, meski penambalan telah dilakukan tetapi lubang baru terus bermunculan. 

"Karena Jalan Purworejo-Magelang itu sudah tua, jadi mestinya penanganan tidak cuma ditambal tetapi berkala atau peningkatan. Sebenarnya, pada 2020 kemarin akan dilaksanakan perbaikan berkala 5 tahunan, namun terkendala pandemi Covid-19," ucapnya kepada Tribunjogja.com

Menurut Supriyanto, hujan deras dan padat trafik kendaraan besar yang melewati Jalan Purworejo-Magelang menjadi salah satu faktor cepatnya kerusakan.

Oleh karena itu, ia menilai perlunya pembatasan maksimal berat angkutan yang melewati area tersebut. 

"Insya Allah tahun depan ada peningkatan baik berkala maupun peningkatan. Mudah-mudahan terealisasi," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved