Berita Kota Yogya Hari Ini

OPD di Pemkot Yogyakarta Didorong Perkuat Manajemen Risiko untuk Dongkrak Kualitas dan Produktifitas

Pemkot Yogyakarta berupaya mendorong penguatan manajemen risiko, bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok. BKPSDM Kota Yogya
Suasana Bimtek Penilaian Manajemen Risiko Perangkat Daerah yang digelar BKPSDM Kota Yogya, Selasa (8/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta berupaya mendorong penguatan manajemen risiko, bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya.

Langkah tersebut ditempuh untuk merealisasikan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement), demi peningkatan kualitas dan produktifitas OPD.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, berujar, pengetahuan, pemahaman dan serta implementasi manajemen risiko ditekankannya melalui 'Bimtek Penilaian Manajemen Risiko Perangkat Daerah', yang digulirkan pada 8-10 November 2022 untuk angkatan pertama sampai dengan ketiga.

Baca juga: Disdikpora Bantul Minta Sekolah Menginventarisasi Kondisi Ruangan atau Bangunan yang Rusak

"Kami ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya sadar risiko pada personel perangkat daerah dan pemerintah kota," katanya, Rabu (9/11/2022).

Dijelaskannya, manajemen risiko merupakan proses perencanaan, identifikasi, maupun analisis, dengan pendekatan kualitatif, semi-kuantitatif, dan kuantitatif.  

Tujuannya, untuk meningkatkan nilai bagi organisasi, baik yang bersifat tangible maupun intangible. Salah satu prinsip manajemen risiko adalah, perbaikan yang berkelanjutan, atau continuous improvement.

"Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas di setiap OPD," tandas Dedi.

Adapun peserta Bimtek berjumlah 150 peserta, dimana per angkatannya terdiri dari 30 peserta.

Setiap OPD mengirimkan tiga perwakilan peserta, yang terdiri dari Sekretaris, Unit Kepatuhan, serta satu UPR Operasional.

Pada kesempatan itu, perwakilan Inspektorat Kota Yogya dan BPKP DIY didapuk jadi narasumber.

Baca juga: Generali Luncurkan Seri Proteksi BeSMART, BeSMART Link dan BeSMART Link Syariah

"Kami membutuhkan manajemen organisasi yang sistematis. Sebuah organisasi yang komprehensif itu dimulai dari perencanaan, tujuan, bahkan sampai ke evaluasinya nanti bagaimana," ungkapnya.

"Sehingga, diklat manajemen resiko ini sangat relevan dengan kebutuhan Pemkot Yogya, yang mana bahwa kita ingin proses-proses pembangunan di kota ini berhasil mencapai tujuan," lanjut Budi. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved