Berita Gunungkidul Hari Ini
10 Saksi Tragedi Atap Ambruk SD Muhammadiyah Bogor Playen Diperiksa
Satreskrim Polres Gunungkidul hingga kini masih menyelidiki tragedi ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor , Playen .
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gunungkidul hingga kini masih menyelidiki tragedi ambruknya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor , Playen .
Penyelidikan turut melibatkan tim ahli.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul , AKP Mahardian Dewo Negoro menyampaikan sudah memeriksa setidaknya 10 saksi dari kejadian ini.
"10 saksi ini dari pihak sekolah, komite sekolah, serta pemborong yang mengerjakan bangunan," kata Mahardian ditemui pada Rabu (09/11/2022).
Ia mengatakan sampai saat ini belum ada penetapan tersangka.
Baca juga: Atap SD di Gunungkidul Ambruk, Disdikpora DIY Minta Sekolah di Tinjau Bangunan Rawan
Sebab pihaknya masih terus mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti kuat dari kejadian ini.
Mahardian secara khusus mengundang tim ahli dari Universitas Gajah Mada ( UGM ) Yogyakarta.
Mereka diminta untuk menilai kualitas struktur bangunan yang jadi lokasi kejadian.
"Tadi dari tim ahli sudah membawa sejumlah sampel untuk diperiksa lebih lanjut," jelasnya.
Mahardian pun belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur kelalaian dari kejadian ini.
Keputusan itu menunggu hasil pemeriksaan teknis dari tim ahli UGM .
Hingga kini, lingkungan SD Muhammadiyah Bogor , Playen masih disterilkan untuk keperluan penyelidikan.
Seluruh aktivitas di sekolah pun ditangguhkan sementara.
Baca juga: BREAKING NEWS: 1 Korban Atap Ambruk SD Muhammadiyah Bogor Playen Gunungkidul Meninggal Dunia
"Lokasi kejadian tetap kami amankan sampai ada pemeriksaan lebih lanjut," kata Mahardian.
Dosen Teknik Sipil UGM, Muslikh mengatakan penilaian yang dilakukan masih bersifat umum.
Antara lain, mengenai struktur bangunan, dimensi, material, hingga kondisi kerusakan.
Sejumlah material dari lokasi kejadian pun dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan akan dilakukan di laboratorium Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM .
"Lamanya pemeriksaan tergantung pada kemampuan laboratorium," jelas Muslikh.( Tribunjogja.com )