Gerhana Bulan Total
Tata Cara Salat Gerhana Bulan Sendirian di Rumah, Lengkap dengan Bacaan Niat
Salah satu ibadah umat muslim ketika terjadi gerhana bulan ialah menunaikan shalat sunah khusuf. Karena gerhana bulan merupakan kebesaran ALLAH SWT.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Shalat itu dilakukan secara berulang-ulang sampai gerhana bulan selesai, lenyap, atau terbit fajar.
Kalangan Maliki menyatakan makruh shalat gerhana bulan di masjid baik berjamaah maupun secara sendiri-sendiri.
(Lihat: Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas al-Maliki, Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1996 M/1416 H, juz I, halaman: 114).
Berikut Bacaan Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Sunah Gerhana Sendirian :
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: (Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT).
Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana bulan sendirian menurut Madzhab Hanafi dan Madzhab Maliki adalah sebagai berikut:
- Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
- Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
- Baca taawudz dan surat Al-Fatihah, Setelah itu baca surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).
- Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat surat Al-Baqarah.
- I’tidal, bukan membaca doa i’tidal, tetapi surat Al-Fatihah. Setelah itu baca surat Ali Imran atau selama surat itu.
- Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat surat Al-Baqarah.
- I’tidal dengan membaca doa i’tidal.
- Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua saat berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan ketika berdiri kedua dianjurkan membaca surat Al-Maidah.
- Salam.
- Istighfar dan doa.
Shalat sunah gerhana bulan juga dapat dikerjakan dengan ringkas.
Seseorang membaca surat Al-Fatihah saja pada setiap rakaat tanpa surat pendek atau dengan surat pendek.
Ini lebih ringkas seperti keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini:
ولو اقتصر على الفاتحة في كل قيام أجزأه، ولو اقتصر على سور قصار فلا بأس
Artinya: (Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai.
Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah.(Lihat: Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman: 303).
Selagi gerhana bulan berlangsung, maka kesunahan shalat sunah gerhana bulan tetap berlaku.
Tidak ada batasan jumlah rakaat shalat gerhana bulan menurut Madzhab Maliki.
Hanya saja shalat sunah gerhana bulan ini dikerjakan per dua rakaat.
Wallahu 'Alam
(MG-HANIF RIZAL HIDAYAT)