Kisah Sejarah Dunia

Arkeolog Mesir Kuno Percaya Temukan Jalur ke Makam Ratu Cleopatra dan Mark Antony

Makam Ratu Cleopatra dan pacarnya Mark Antony diyakini berada di bawah reruntuhan kuil Taposiris Magna di Alexandria, Mesir.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
DOKUMENTASI TRIBUN
Gambar ilustratif Mark Antony dan Cleopatra, ratu terakhir era Mesir kuno. Keduanya diyakini dimakamkan di bawah kuil Taposiris Magna di Alexandria. 

news update

  • Terowongan yang dipahatkan di batu ditemukan 43 kaki di bawah kuil kuno yang mengarah situs pemakaman Cleopatra dan kekasihnya, Mark Antony.
  • Para arkeolog telah mengekskavasi situs itu selama lebih dari 10 tahun dan percaya mereka telah menemukan terowongan yang mengarah ke makam Ratu Cleopatra.
  • Cerita yang lama dipercaya, Cleopatra dimakamkan di bawah Kuil Taposiris Magna, yang terletak di dekat ibu kota Mesir kuno Alexandria

TRIBUNJOGJA.COM, ALEXANDRIA – Para arkeolog dan ahli sejarah Mesir kuno percaya telah menemukan jalur menuju makam Cleopatra.

Sebuah terowongan tersembunyi di bawah Kuil Taposiris Magna kuno Mesir, atau 'Makam Besar Osiris,' yang mungkin mengarah ke makam firaun terakhir Mesir, Cleopatra, yang telah lama hilang.

Dikutip dari Daily Mail, Selasa (8/11/2022), ada batu berukir, yang dipuji sebagai 'keajaiban geometris, membentang lebih dari 4.800 kaki di bawah situs kuil kuno Taposiris Magna.

Ukurannya sekira enam kaki dan dikatakan menyerupai Terowongan Eupalinos yang megah di Pulau Samos Yunani.

Terowongan sempurna itu dihormati sebagai satu di antara pencapaian rekayasa paling penting dari dunia klasik arsitektur.

Arkeolog Kathleen Martinez dari Universitas San Domingo telah diyakinkan selama lebih dari satu decade, Cleopatra, dan kekasihnya Mark Antony, dimakamkan di dalam kuil itu.

Terowongan itu bisa menjadi jalan menuju penemuan besar, menguak keberadaan makam Cleopatra dan Mark Antony, pasangan legendaris dari masa kuno Mesir dan Romawi.

Wajah Cleopatra yang dicetak dalam uang koin
Wajah Cleopatra yang dicetak dalam uang koin (IST)

Martinez mengatakan kepada Heritage Key, ada satu persen kemungkinan ratu dimakamkan di sana dan jika memang demikian, ini akan menjadi 'penemuan paling penting abad ke-21.'

Arkeolog percaya, setelah Mark Antony bunuh diri setelah kalah dari pesaingnya, Kaisar Oktavianus dari Roma.

Tetapi sebelum bunuh diri, ia dan Cleopatra membuat rencana terperinci agar mereka berdua dimakamkan di sana, sesuai mitos.

Dia sebelumnya mengatakan kepada National Geographic, Cleopatra bernegosiasi dengan Octavian untuk mengizinkannya mengubur Mark Antony di Mesir.

“Dia ingin dimakamkan bersamanya karena dia ingin menghidupkan kembali legenda Isis dan Osiris,” kata Martinez.

Arti sebenarnya dari kultus Osiris adalah itu memberikan keabadian. Setelah kematian mereka, para dewa akan mengizinkan Cleopatra untuk hidup bersama Antony dalam wujud lain, sehingga mereka hidup abadi.

Martinez sekarang meyakini berada di jalur yang benar setelah mengungkap terowongan yang diukir di batu yang terletak sekitar 43 kaki di bawah kuil.

Tim yang bekerja di lokasi menemukan bagian dari terowongan yang terendam di bawah air Mediterania.

Ada sejumlah kapal tembikar dan traktor tembikar ditemukan di bawah endapan lumpur, serta balok batu kapur persegi Panjang.

Tim peneliti percaya fondasi Kuil Taposiris Magna, yang terletak di dekat ibu kota Mesir kuno Alexandria, juga berada di bawah air karena setidaknya 23 gempa bumi menghantam pantai Mesir antara tahun 320 dan 1303 M.

Martinez juga menemukan beberapa artefak penting di dalam kuil termasuk koin yang memuat gambar dan nama Ratu Cleopatra, Alexander Agung dan sejumlah patung yang dipenggal, serta patung dewi Isis.

Cleopatra, sering dikenal sebagai selebriti pertama di dunia, adalah yang terakhir dari garis panjang penguasa Ptolemeus Mesir, keturunan dari jenderal Yunani Alexander Agung.

Dia memerintah dari 51 SM hingga 30 SM, atau hingga hari kematiannya.

Gambaran ilustratif Cleopatra saat berkuasa di Mesir kuno. Cleopatra berdarah Yunani Makedonia, keturunan raja Alexander Agung.
Gambaran ilustratif Cleopatra saat berkuasa di Mesir kuno. Cleopatra berdarah Yunani Makedonia, keturunan raja Alexander Agung. (IST)

Cleopatra menjadi Cleopatra VII, ratu Mesir, setelah kematian ayahnya, Ptolemy XII, dan saudara laki-lakinya diangkat menjadi Raja Ptolemy XIII pada saat yang sama.

Saudara kandungnya memerintah Mesir di bawah gelar resmi suami dan istri.

Ratu Cleopatra, bagaimanapun, melacak asal keluarganya ke Yunani Makedonia, ia sama sekali tidak memiliki darah Mesir.

Untuk mendapatkan dukungan di antara orang-orang Mesir kuno, Cleopatra juga dinyatakan sebagai putri Re, dewa matahari Mesir.

Cleopatra jatuh cinta pada Mark Antony, yang merupakan keponakan buyut Julius Caesar dan pewaris kekaisaran Romawi setelah pembunuhan paman buyutnya.

Namun, Antony menikah untuk memperbaiki aliansi ketegangan dengan penguasa lain bernama Octavianus.

Ia menikahi Octavia, saudara Oktavianus. Menurut History Channel, Antony meninggalkan istri barunya untuk menghabiskan waktu bersama Cleopatra.

Menurut propagandis Oktavianus, hukum Romawi melarang orang Romawi menikahi orang asing.

Oktavianus menyatakan perang terhadap Cleopatra dan Antony, mengalahkan mereka berdua.

Cleopatra berlindung di mausoleum yang dibangun untuk dirinya sendiri, yang menyebabkan desas-desus dia bunuh diri.

Antony meninggal dalam pelukan Cleopatra setelah menikam dirinya sendiri secara fatal. Cleopatra lantas bunuh diri lewat cara membiarkan ular berbisa menggigitnya.

Oktavianus kembali ke Romawi di mana ia menjadi Kaisar Roma pertama, sementara Cleopatra dan Antony dimakamkan di Mesir.(Tribunjogja.com/DailyMail/xna)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved