Berita Wonosobo

Ubi Madu Budidaya Petani Kertek Wonosobo Tembus Pasar Singapura

Petani asal Dusun Prumbanan, Desa Purwojati, Kertek, Wonosobo, Untungno Widi Nugroho, berhasil membudidayakan ubi madu.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Petani asal Kertek Wonosobo, Untungno Widi Nugroho. 

TRIBUNJOGJA.COM, WONOSOBO - Petani asal Dusun Prumbanan, Desa Purwojati, Kertek, Wonosobo, Untungno Widi Nugroho, berhasil membudidayakan ubi madu (cilembu) hingga sukses memenuhi pasar ekspor.

Tak hanya itu, Untung juga tengah membudidayakan jeruk lemon, hingga perikanan air tawar. Menjadi petani, rupanya, sudah menjadi pilihan hidupnya.

Adapun yang menjadi andalannya saat ini, adalah ubi madu, di mana dia mengelola 12 hektare lahan ubi madu.

“Dari lahan yang ada, dalam setahun, mampu memproduksi ubi madu sekitar 1.200 ton. Bahkan, hasil ubi ini bisa kami ekspor ke beberapa negara. Yang masuk proses grade ekspor kisaran 30-40 persen dari produksi. Luasan 1 hektare rata-rata menghasilkan antara 13-15 ton, dengan umur 3,5 sampai 4 bulan,” jelas Untung dikutip laman resmi Pemprov Jateng, akhir bulan lalu.

Ia menyebut, jumlah kuota ekspor yang diberikan eksportir kepadanya berkisar diangka 300 ton dalam setahun, untuk pasar Singapura. Untung berharap, bisa memenuhi kuota, agar tidak kena sanksi.

Karenanya, Untung pun berupaya semaksimal mungkin agar bisa memenuhi kuota. “Untuk tingkatan ubi madu bermacam-macam sesuai pasar. Mulai tingkatan ekspor, yang masuk supermarket, sampai pasar tradisional,” katanya. (jatengprov.go.id)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved