Keterangan AKBP Ridwan Soal CCTV di Rumah Duren Tiga, Ada yang Mengarah ke TKP Penembakan Brigadir J

CCTV tersebut terpasang di dapur yang mengarah ke ruang tengah atau lokasi Brigadir J ditembak.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022). Majelis Hakim akan membacakan putusan sela pada persidangan kali ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Saat penembakan terhadap Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo terjadi, ada kamera CCTV yang mengarah langsung ke arah lokasi penembakan.

CCTV tersebut terpasang di dapur yang mengarah ke ruang tengah atau lokasi Brigadir J ditembak.

Hanya saja, saat tim dari Polres Metro Jakarta Selatan Hendak mengamankan barang bukti, Ferdy Sambo menyebut kalau CCTV yang ada di rumahnya tersebut rusak.

Hal itu disampaikan oleh Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit saat diperiksa menjadi saksi kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice untuk terdakwa AKP Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

Dalam keterangannya, AKBP Ridwan menjelaskan awal mula dirinya mengetahui ada CCTV di dalam rumah yang menjadi lokasi eksekusi terhadap Brigadir J tersebut.

Saat masuk ke dalam, Ridwan melihat ada kamera CCTV di rumah dinas Sambo.

Dia lantas langsung memerintahkan semua barang bukti di TKP pembunuhan Brigadir J langsung diamankan.

"Saya mengarahkan semua barang bukti yang ada di TKP segera dilakukan pengumpulan barang bukti, termasuk CCTV, HP," ujar Ridwan.

Baca juga: Pesan Suami Setelah Susi Bersaksi di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ridwan menjelaskan, saat sedang melihat CCTV, Sambo tiba-tiba datang.

Ridwan pun mengungkapkan kepada Sambo bahwa rekaman CCTV di dalam rumah bisa sangat memudahkan proses penanganan penembakan Brigadir J.

Pasalnya, Ridwan melihat setidaknya ada dua kamera CCTV yang terpasang.

Satu berada di dapur yang mengarah ke ruang tengah atau lokasi Brigadir J ditembak.

Sementara satu lagi kamera CCTV terpasang di lantai atas.

Ridwan mengatakan kepada Sambo bahwa dirinya ingin mengumpulkan CCTV dalam rangka proses penyelidikan.

Namun, Sambo berdalih CCTV itu rusak.

"Kalau untuk CCTV saya di rumah ini sudah rusak semua. Ini sudah terjadi beberapa hari lalu ini CCTV ini," ucap Ridwan menirukan Sambo. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved