BBSPJIKB Gelar Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik 2022

Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik ini satu bagian dari rangkaian yang diselenggarakan dalam memperingati Hari Batik Nasional.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), Hendra Yetty. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sektor industri kerajinan dan batik telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional serta produknya diminati di pasar global.

Kementerian Perindustrian mencatat, capaian ekspor batik pada 2021 mencapai 46,24 juta USD, dan pada semester pertama tahun 2022 mencapai 27,42 juta USD.

Di sektor kerajinan, kinerja ekspor mebel dan kerajinan sepanjang tahun 2021 tercatat 3,46 miliar USD atau naik 27,23 persen dari tahun sebelumnya.

Kedua sektor ini selama ini bertumpu pada pemanfaatan bahan baku lokal,  sehingga memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan dengan menggandeng berbagai instansi, asosiasi, pelaku industri maupun praktisi.

Baca juga: Festival Batik 2022, Upaya Kembangkan Potensi IKM Hingga Pelestarian Warisan Budaya

Upaya ini yang tengah digenjot oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB), dengan mengusung tema “Kearifan Lokal untuk Pemulihan dan Kebangkitan Industri Kerajinan dan Batik”, Rabu (26/10/2022).

"Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik ini satu bagian dari rangkaian yang kami selenggarakan dalam  memperingati Hari Batik Nasional. Kami harapkan dengan seminar ini kita bisa berbagi informasi, inovasi, ide maupun gagasan dari stakeholder, dari pelaku industri kerajinan dan batik," kata Kepala BBSPJIKB, Hendra Yetty.

Sekadar informasi, acara Peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2022 yang berlangsung sejak Bulan Agustus-Oktober 2022 ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Fasilitasi Batikmark untuk industri batik di tanah air, open House BBSPJIKB, Talkshow Ngoppi (Ngobrol Pagi Penuh Inspirasi), Pasar Batik Online dan Offline, Workshop untuk pelajar, mahasiswa dari perwakilan berbagai pelosok nusantara dan masyarakat umum, Parade Band, dan partisipasi pameran serta talk show pada Festival Batik 2022 Jogja Expo Center.

Ditambahkan Yetty, pada 2023 mendatang BBSPJIKB berharap industri kerajinan dan batik terutama BBSPJIKB bisa lebih meningkatkan kinerjanya.

"Sebab itu kami selalu memberikan informasi kepada stakeholder industri kerajinan dan batik, diharapkan bisa bekerja sama dan meningkatkan pelayanan kita dalam mengembangkan industri ini sehingga berdaya saing. Apalagi saat ini, terus dikembangkan industri kerajinan dan batik dengan mengangkat potensi kearifan lokal," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Doddy Rahadi dalam sambutannya menyebutkan bahwa eksistensi produk kreatif seperti kerajinan dan batik di Indonesia ditopang dengan keberadaan sumber daya alam serta sumber daya manusia dengan ide, gagasan, talenta, dan kreativitas-nya yang tak berbatas.

Sumber daya tak terbatas ini yang akan mendorong industri mampu bersaing di pasar global.

SNIKB pada tahun 2022 ini adalah SNIKB seri ke-IV dengan menghadirkan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kemenperin, Dr. Ir. Doddy Rahadi, MT sebagai Keynote Speaker.

Baca juga: Sebanyak 50 IKM Batik dari Berbagai Daerah Kantongi Sertifikasi Batik Indonesia

Dan sebagai narasumber yaitu: Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Dra. Hendra Yetty, M.Si, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, S. Sos., M.A. Direktur Politeknik STT Tekstil, Kemenperin, Tina Martina, AT., M.Si, dan Vice President Group Retail Business PT. Sarinah, Irawati Endarwati. Selaku moderator akan hadir Dr. Arif Akhyat, M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM.  

SNIKB diikuti oleh 58 peserta pemakalah dan kurang lebih 250 peserta non pemakalah dengan berbagai latar belakang seperti pelaku industri, institusi pemerintah, akademisi, budayawan dan pecinta ataupun pemerhati batik.

Harapan dari  penyelenggaraan SNIKB Tahun 2022 adalah SNIKB ini bisa sebagai media promosi dan sarana untuk berdiskusi dan berbagi informasi terkait perkembangan industri kreatif khususnya dunia kerajinan dan batik, memperluas pemahaman masyarakat mengenai kerajinan tradisional  dan batik, maupun aspek lainnya sehingga pelestarian budaya dapat terwujud secara positif.

Menjadi inspirasi bagi semua pihak bahwa industri kerajinan dan batik Indonesia bisa bertahan dan bangkit dari krisis dunia serta dampak pandemi Covid-19 dan membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan terkait batik, kerajinan dan aspek lainnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved