RSUP Dr Sardjito Sebut 12 Anak Menderita Gagal Ginjal Akut, 1 Pasien Meninggal karena Autoimun

Namun ternyata, setelah pengecekan lebih lanjut, hanya ada 12 jumlah pasien anak yang terkena gagal ginjal akut progresif atipikal dengan 7 kematian a

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
KatarzynaBialasiewicz
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito memperbarui jumlah pasien anak yang terkena gagal ginjal akut misterius.

Sebelumnya, pada 19 Oktober 2022, RS menyampaikan ada 13 anak yang terkena penyakit itu dan 6 kematian.

Namun ternyata, setelah pengecekan lebih lanjut, hanya ada 12 jumlah pasien anak yang terkena gagal ginjal akut progresif atipikal dengan 7 kematian anak.

Baca juga: KECELAKAAN Mobil Tabrak 5 Tiang Diduga Ban Meledak di Cangkleplor Purworejo

“Dari RSUP Dr Sardjito, yang kami laporkan sebelumnya ada 13 pasien. Rinciannya, 4 pasien sembuh dan rawat jalan, 1 orang masih pemantauan hemodialisa atau cuci darah,” kata Pakar Nefrologi Anak RSUP Dr Sardjito, dr. Retno Palupi, B.Med. Sc., M.Epid., M.Sc., Sp.A (K) saat ditemui di RSUP Dr Sardjito, Selasa (25/10/2022).

Kemudian, 1 pasien meninggal yang ternyata tidak masuk pada kriteria gagal ginjal akut misterius.

Menurut Retno, pembaruan tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“1 yang meninggal ini karena gangguan autoimun. Jadi, kami discard (keluarkan) dari pasien gagal ginjal akut misterius. Kalau jenis penyakit autoimunnya apa, kami belum sempat melakukan penelitian lebih lanjut karena pasien keburu meninggal,” bebernya.

1 pasien yang ternyata kena autoimun itu meninggal dunia pada 19 Oktober 2022 malam.

Dia adalah seorang laki-laki asal Jakarta tapi tengah menempuh pendidikan di pesantren di Purworejo, Jawa Tengah.

"Ada yang mendasari dari penyakitnya ini yaitu ada gangguan kekebalan tubuhnya ini. Dilihat dari komplemen tubuh yang rendah. Tidak masuk lagi kasus gagal ginjal akut. Karena sudah keluar hasil-hasil yang terbaru," katanya.

Dokter Spesialis Anak RSUP Dr Sardjito dr. Kristia Hermawan M.Kes. Sp.A mengatakan bahwa setelah pasien meninggal dunia, hasil pemeriksaan keluar bahwa menunjukkan ada permasalahan berkaitan dengan gangguan imunitas tubuh.

"Umumnya pasien yang baik ini tidak ada masalah dengan gangguan perdarahan. Kebanyakan pasien yang meninggal sebagian besar ada gangguan perdarahan," kata Kristia.

Dia mengungkap, pasien sembuh membutuhkan waktu rata-rata dua minggu dan bakal dipantau sampai pasien betul-betul memiliki fungsi ginjal yang baik.

Baca juga: Dinkes Wonosobo Gelar Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan

Saat masuk ke Sardjito, keempat pasien tersebut sebelumnya datang dengan gagal ginjal akut derajat berat.

Pasalnya, ada beberapa pasien yang mengalami gagal ginjal akut disertai dengan gangguan pada fungsi organ lainnya.

Selanjutnya, Retno juga mengungkap, kondisi kedua anak itu sudah stabil dan dirawat di bangsal biasa.

"2 pasien lagi masih kami rawat inap dan sudah tidak di ruang rawat inap intensif tapi di ruang non intensif bangsal biasa," katanya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved