Berita Sleman Hari Ini

Proyek Tol Yogya-Bawen Diharapkan Tak Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar di SMPN 2 Tempel

Proyek pembangunan jalan tol Yogya-Bawen seksi 1 (junction Sleman - Simpang Susun Banyurejo) membutuhkan tambahan lahan 617 bidang di 7 Kalurahan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Kepala SMPN 2 Tempel Khasbi Khamdan menunjuk bangunan Musala, dan fasilitas toilet sekolah yang berdekatan dengan Selokan Mataram dan diperkirakan bakal terdampak pembangunan jalan tol Yogya-Bawen. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Proyek pembangunan jalan tol Yogya-Bawen seksi 1 (junction Sleman - Simpang Susun Banyurejo) membutuhkan tambahan lahan 617 bidang di 7 Kalurahan, karena ada review design seputar Selokan Mataram.

Penambahan lahan tahap dua ini, masih berproses tetapi diperkirakan bakal mengenai bangunan SMPN 2 Tempel.

Pihak sekolah berharap, pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang 76 kilometer tersebut tidak berdampak pada kegiatan belajar mengajar siswa. 

Baca juga: 13 Anak di DI Yogyakarta Terserang Gagal Ginjal Akut, Sri Sultan HB X: Kita Tunggu Hasil Penelitian

Baca juga: Peringatan Cuaca BMKG Besok Jumat 21 Oktober 2022: Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

"Harapannya kalau bisa pembangunan jalan tol tidak berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Caranya, monggo bisa dipikirkan bersama, dari pihak tol maupun pemerintah Kabupaten. Yang jelas, sebagai Kepala SMP ya, saya hanya mengikuti perintah dari atasan. Di ganti di manapun, mau. Atau mau direlokasi semua, monggo," kata Kepala SMPN 2 Tempel, Khasbi Khamdan, Kamis (20/10/2022). 

Menurut dia, meskipun sebagian gedung SMPN 2 Tempel diperkirakan terdampak pembangunan jalan tol, akan tetapi sejauh ini belum ada panggilan maupun pemberitahuan apapun.

Baik dari Dinas Pendidikan maupun dari pihak tol. Bahkan, surat untuk mengikuti sosialisasi juga tidak ada.

Rencana pengadaan lahan tahap dua untuk jalan Tol Yogya-Bawen ini sudah disosialisasikan di Kalurahan Banyurejo pada 5 September 2022, sebanyak 145 bidang.

Kemudian dilanjutkan dengan tahap konsultasi publik yang rencananya dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang. 

"Saya belum pernah dipanggil, diajak bicara pihak tol maupun Disdik Sleman. Minimal dipanggil ketika ada sosialisasi, belum pernah. Jika nantinya terdampak, prinsipnya, saya akan mengikuti sesuai arahan dari dinas pendidikan karena (sekolah) ini aset milik Pemkab Sleman," kata dia. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lahan jalan tol Yogya-Bawen, M Mustanir sebelumnya mengungkapkan, penambahan lahan tahap dua sebanyak 617 bidang untuk proyek pembangunan jalan tol Yogya-Bawen sampai sekarang masih berproses.

Adapun untuk gedung SMPN 2 Tempel sendiri masih diikutsertakan sebagai calon lahan terdampak.

Tetapi, sedang diupayakan agar seminimal mungkin tidak terdampak. 

"SMPN 2 tempel itu sekarang masih kami ikut sertakan (terdampak). Tapi kemudian diexercise seminimal mungkin tidak dikenakan. Apakah kemudian dengan rekayasa struktur, agar bisa dihindari atau bagaimana," ujar dia. 

Rekayasa struktur sedang dihitung apakah memungkinkan atau tidak untuk menghindari bangunan sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved