Brajamusti, The Maident dan BCS Gelar Pertemuan di Wisma PSIM, Sepakat Bersama Jaga Kondusivitas DIY

Pertemuan dua kubu suporter membahas lebih dalam soal bagaimana menjaga kondusivitas di DIY selama perhelatan kompetisi sepak bola

Tayang:
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Suporter PSIM Yogyakarta dan Suporter PSS Sleman berkumpul di Wisma PSIM, Selasa (18/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti dan The Maident mendapat kunjungan dari suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), Selasa (18/10/2022) malam.

Ketiga wadah suporter di DIY tersebut melebur jadi satu dan duduk bersama di sekretariat Brajamusti kawasan Baciro, Kota Yogyakarta.

Pada intinya, agenda itu digelar dalam rangka menjalin silaturahmi dan persaudaraan antarkubu suporter yang selama ini bersitegang.

Sekjen Brajamusti, Niko Angga menyampaikan ucapan terimakasih kepada perwakilan BCS yang hadir malam itu.

Menurutnya, langkah ini sangat positif untuk membangun lingkungan sepak bola di DIY ke arah yang lebih baik.

"Hal ini awal mulanya tak lepas dari acara doa bersama dan salat gaib yang di Mandala Krida. Waktu itu kita mengundang seluruh suporter yang ada di DIY dan juga suporter luar daerah. Kemudian dilanjut dengan doa bersama di Maguwoharjo," kata Niko saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (20/10/2022).

Niko membeberkan, pertemuan dua kubu suporter membahas lebih dalam soal bagaimana menjaga kondusivitas di DIY selama perhelatan kompetisi sepak bola.

"Dalam pertemuan itu kita bahas juga soal menjaga kondusivitas, keamanan dan kenyamanan khususnya di wilayah DIY. Kita ingin menyudahi rivalitas yang selama ini sudah kebablasan," kata Niko.

"Salah satu cara yang kita gunakan dengan cara mempertemukan perwakilan koordinator suporter di wilayah-wilayah yang rawan konflik. Misalnya Klaten, Prambanan, Jalan Wonosari, Jalan Magelang, Jalan Godean, Jalan Wates, Kulon Progo, Wonosari dan beberapa lainnya," sambungnya.

Niko bersama rekan-rekannya di Brajamusti dan The Maident sepakat akan saling memberikan kabar dengan kubu suporter PSS Sleman sebagai komitmen menjaga perdamaian.

Bahkan, kedua kubu suporter itu berencana membuat turnamen sepak bola antarsuporter jika suasana sepak bola Indonesia sudah kembali normal.

"Jika nanti di Malang sudah adem, rencana akan ada fun football suporter PSIM, PSS, Persiba dan suporter Persis Solo. Tujuannya kita ingin hilangkan atribut yang sekiranya menyindir dan nyanyian rasis," ungkap Niko.

"Kata kuncinya kita saling menjaga dan merawat untuk DiY yang lebih baik," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved