Kesehatan

Gagal Ginjal Akut di DI Yogyakarta Bukan Disebabkan Sirop Paracetamolnya, Tapi Bahan Ini

Orangtua diminta untuk hindari obat sirop karena etilen glikol dan dietilen glikol adalah senyawa yang digunakan untuk larutkan bahan aktif dalam obat

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
freepik.com
Ilustrasi Paracetamol Sirup 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus gagal ginjal akut yang membuat enam anak meninggal di DI Yogyakarta dinilai bukan karena obat sirop paracetamol yang disebut-sebut beberapa waktu belakangan.

Namun, sebab dari gagal ginjal akut yang menyerang 13 anak di DIY itu juga belum diketahui dan masih masuk masa penyelidikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan IDAI.

“Ya, itu bukan karena paracetamolnya, tapi ada etilen glikol dan dietilen glikol . Itu sebenarnya bahan pencampur obat. Pencampur bahan aktif obat,” jelas dr. Kristia Hermawan M.Kes. Sp.A yang menjadi bagian dari tim medis penanganan gagal ginjal akut pada anak di RSUP Dr Sardjito dalam konferensi pers di Ruang Bulat, Gedung Administrasi RSUP Dr Sardjito , Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Berapa Lama Gagal Ginjal Akut Bisa Memburuk pada Anak? Ini Penjelasannya

Meski demikian, hingga kini, penyebab dari banyaknya kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak masih diselidiki oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Maka, untuk tetap waspada, orang tua diminta untuk menghindari obat sirop karena etilen glikol dan dietilen glikol adalah senyawa yang digunakan untuk melarutkan bahan-bahan aktif dalam obat.

“Kalau obat dibentuk jadi cair, mungkin saja bahan-bahannya jadi tidak aktif. Jadi, biasanya dilarutkan dengan dietilen glikol . Senyawa itu juga bukan pelarut utama sih,” terang Kristia.

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito turut merawat 13 kasus gagal ginjal akut progresif atipikal atau tidak khas selama kurun waktu Januari-Oktober 2022.

Dari 13 kasus tersebut, enam anak meninggal dunia, tiga dinyatakan sembuh dan empat anak masih menjalani rawat inap

Enam anak meninggal dunia lantaran sudah masuk ke gagal ginjal derajat berat serta menyebabkan komplikasi dalam tubuh.

Baca juga: Kenali 8 Gejala Gangguan Ginjal Akut pada Anak dan Cara Mencegahnya Menurut Imbauan Kemenkes

“Saran bagi orangtua, terutama yang memiliki anak di bawah usia enam tahun, maka orangtua harus perhatian terhadap anak dengan melakukan deteksi dini kesehatannya,” terang dia.

Dijelaskannya, salah satu yang perlu diwaspadai antara lain adanya gejala penurunan volume atau frekuensi urin atau tidak ada urin baik dengan atau tanpa gejala demam.

Selain itu, munculnya gejala diare dan batuk pilek perlu pula diwaspadai.

“Orangtua yang memiliki anak terutama yang berusia balita, dihimbau sementara tidak mengkonsumsi obat obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran dari tenaga kesehatan yang kompeten sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah,” tukas dr. Retno Palupi B.Med. Sc., M.Epid., M.Sc., Sp.A(K) yang juga menjadi tim penanganan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved