Berita Bantul Hari Ini

Petani Cabai di Bantul Pilih Tidak Panen karena Tanaman Rusak Tergenang Air

Hujan yang mengguyur Kabupaten Bantul membuat petani cabai alami kerugian. Para petani memilih untuk mendiamkan cabai atau tidak memanennya karena har

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hujan yang mengguyur Kabupaten Bantul membuat petani cabai alami kerugian.

Para petani memilih untuk mendiamkan cabai atau tidak memanennya karena harga anjlok akibat tanaman cabai tergenang air hujan selama beberapa hari terakhir.

Kismanto, salah satu petani asal Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek mengatakan hujan mengakibatkan puluhan hektare lahan cabai di Parangtritis dan Donotirto sampai saat ini tergenang air.

Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Galaxy S20 Ultra Terbaru Per Oktober 2022

Kondisi ini mengakibatkan tanaman cabai membusuk, terutama cabai hijau besar.  

“Sebagian kecil sebenarnya ada yang bisa diselamatkan, tapi harga jualnya yang anjlok, hanya Rp2.000 per kilogram. Sementara biaya panen atau pemetik per hari Rp100 ribu sehingga tidak menutup. Jadi terpaksa didiamkan saja sampai membusuk,” jelasnya, saat dihubungi Selasa (11/10/2022).

Menurutnya, kondisi lahan yang masih tergenang ini disebabkan saluran pembuangan air terlalu tinggi, sehingga air hujan masih menggenang sejak beberapa hari terakhir ini.

Kismanto mengatakan, jika genangan air bisa surut dalam dua hari, tanaman cabai masih bisa diselamatkan.

Namun karena seringnya hujan, mengakibatkan genangan air tidak kunjung surut.  

Sebenarnya tanaman cabai hijau besar dalam waktu dekat sudah siap panen, namun karena satu pekan tergenang mengakibatkan daun mulai layu dan menguning. 

Selain itu, buah cabai besar hijau yang siap panen juga mulai rontok yang merupakan tanda awal tanaman cabai akan mati.

Adapun Kismanto sendiri memiliki lahan cabai di Donotirto seluas sekitar 2.800 meter persegi dan hampir semuanya tanaman cabai hijau kualitasnya buruk.

Padahal dengan luasan tersebut dirinya bisa panen hingga 1 ton. Kismanto memilih untuk tidak memanen, karena akan rugi jika dipaksakan.

"Petani memilih membiarkan tanaman cabai mati daripada merugi banyak ketika memaksakan untuk memetik buah cabai,” imbuhnya.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul per Selasa (11/10/2022) lahan cabai yang masih tergenang air lebih dari 100 hektare yang tersebar di Kalurahan Parangtritis dan Donotirto, Kapanewon Kretek; Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden; dan Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved