PSIM Yogyakarta

Manajemen Laskar Mataram Buat Program PSIM Empathy, Rencananya Ingin Buat Laga Amal

Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 131 nyawa memantik kepedulian berbagai pihak. Satu diantaranya PSIM Yogyakarta yang sama-sama sebagai football

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
CEO PSIM Bima Sinung Widagdo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 131 nyawa memantik kepedulian berbagai pihak. Satu diantaranya PSIM Yogyakarta yang sama-sama sebagai football family di Indonesia.

Manajemen PSIM Yogyakarta membuat program bernama PSIM Empathy. Program itu bertujuan menggalang dana bagi para korban Tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Program TMMD Reguler Ke-115 TA 2022 Fokus di Nglipar Gunungkidul

Selama sebulan ke depan, program penggalangan dana ini akan dijalankan dengan tenggat waktu sampai 10 November 2022.

Agar bantuan tepat sasaran, manajemen tim berjuluk Laskar Mataram wadah suporternya, Brajamusti dan The Maident.

"Penyaluran dana pasti akan melibatkan suporter supaya donasi ini tepat sasaran. Artinya sampai ke orang-orang yang dituju," kata CEO PSIM Bima Sinung Widagdo saat dihubungi wartawan, Selasa (11/10/2022).

Dengan batuan tersebut, Manajemen PSIM berharap dapat turut berkontribusi sedikitnya meringankan beban keluarga korban.

"Kalau saya melihat ini sebagai salah satu bentuk empati kita terhadap kejadian kemarin. Saya sih maunya ada alternatif penggalangan dana dalam bentuk lain yang saya harapkan terealisasi juga," ucapnya.

Bima Sinung melanjutkan, ada dua rencana yang saat ini tengah digodok. Pertama, mereka ingin membuat merchandise khusus hasil kolaborasi dengan PSS Sleman dan Persis Solo. 

Nantinya hasil penjualan produk tersebut akan disumbangkan kepada korban Tragedi Kanjuruhan

"Ini akan kami diskusikan lebih lanjut untuk elementasinya seperti apa. Misalnya Solo dan Sleman setuju kami buat produk bersama gitu sekalian membawa tema rekonsiliasi suporter," beber dia.

Selanjutnya, Bima mengutarakan pihaknya punya niat menggelar laga amal. Semacam trofeo yang pesertanya adalah PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo. 

"Keinginan ada cuma kan tidak mudah terutama melibatkan klub lain. Kedua pasti juga melibatkan keamanan di situasi seperti saat ini kan tidak memungkinkan," terang Bima.

Lantas bagaimana dengan pertandingannya? Bima menjelaskan, dalam trofeo itu laga bisa saja digelar tanpa penonton, tetapi menurutnya pesan damai antarsuporter kurang tersampaikan. 

Baca juga: Pemulihan Cedera, Jihad Ayoub dan Komarudin Kembali Berlatih dengan PSS Sleman

Sebab, dalam laga amal itu tersebut Bima punya misi untuk sama-sama membawa tema rekonsiliasi tiga kelompok suporter di DIY dan Jawa Tengah.

"Jadi kena semua, kita tunjukkan bahwa kami peduli dengan sama-sama membuat suatu gerakan. Kalau idealnya laga itu ada suporter memang. Pasti lebih dapat suasananya, tapi kalau memang tidak bisa, mungkin bisa dicoba nonton lewat streaming," kata eks CEO Sulut United itu. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved