Tuntaskan 4 Pekerjaan Rumah
Visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027 dirancang berdasarkan target kinerja lima tahun sebelumnya atau periode 2017-2022
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027 dirancang berdasarkan target kinerja lima tahun sebelumnya atau periode 2017-2022.
Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakul Gubernur KGPAA Paku Alam X berkomitmen untuk melanjutkan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan guna mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan, tentu dengan berbagai adaptasi berbasis evaluasi.
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan, masih ada empat pekerjaan rumah dari program periode 2017-2022 yang harus ditindaklanjuti.
Yakni masalah kemiskinan, ketimpangan antar-wilayah, pendapatan, dan isu lingkungan. Empat inilah yang akan diprioritaskan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Selain itu, Sri Sultan juga berupaya merealisasi visi misi, dan program gubernur yang dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2022-2027.
Beny mengungkapkan, ada upaya serius untuk mengurai kemiskinan ekstrem yang ditargetkan rampung pada tahun 2024.
Akan dilakukan pendataan terhadap masyarakat yang benar-benar tidak memiliki kemampuan ekonomi, sehingga mereka bisa mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial.
Terkait masalah ketimpangan wilayah, Beny menjelaskan, Sri Sultan menetapkan 15 Kapanewon di DIY untuk menjadi lokus dan fokus pemerataan pembangunan, karena masih memerlukan perlindungan akselerasi tingkat ekonomi.
Menurut Beny, sudah dipersiapkan berbagai program yang harus dilaksanakan oleh Kapanewon-Kapanewon terpilih untuk mengurai ketimpangan wilayah.
Selain itu, upaya menghadapkan DIY ke arah Selatan sebagai strategi penanganan ketimpangan wilayah juga bergerak ke arah yang positif.
“Ngarso Dalem ingin terjadi pertumbuhan yang basisnya lahir dari kalurahan. Kalurahan dibangun supaya pusat pertumbuhan ekonomi merata, pemberantasan kemiskinan dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ujarnya.
Peran jalan tol menjadi hal yang perlu digarisbawahi potensi yang melingkupinya. Koneksi hub antar tol, serta konektivitas antara exit tol dengan jalan raya di DIY juga menjadi perhatian.
Selain tol, pembangunan jalan baru, perbaikan dan perluasan jalan juga dilaksanakan untuk mengurai kemacetan ke arah obyek wisata.
Terkait isu lingkungan, Beny mengatakan, pengelolaan sampah akan dilakukan dengan lebih massif lagi.
Pemda mewajibkan pemilahan sampah dilakukan pada level bawah yaitu keluarga, kemudian naik ke RT, RW, dan selesai di kalurahan. (tro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-Sri-Sultan-Hamengku-Buwono-X-dan-Wakul-Gubernur-KGPAA-Paku-Alam-X.jpg)