Kerusuhan Arema FC vs Persebaya

Akar Rumput Suporter di DIY Sepakat dan Sambut Positif Langkah Perdamaian Suporter DIY-Jateng

Adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan ini juga ternyata membuka mata dan hati kelompok suporter yang selama ini tidak akur.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok Brajamusti
Suasana doa bersama elemen suporter di Yogyakarta untuk korban Tragedi Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tragedi di Stadion Kanjuruhan yang terjadi pascalaga Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu menyita banyak perhatian.

Betapa tidak, korban jiwa dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut tercatat mencapai 125 orang.

Banyak pihak mulai berbicara agar tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut segera diusut tuntas.

Selain itu, momentum tersebut bisa digunakan sebagai evaluasi menyeluruh bagi insan sepak bola tanah air.

Adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan ini juga ternyata membuka mata dan hati kelompok suporter yang selama ini tidak akur.

Termasuk yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wadah suporter PSIM Yogyakarta yakni Brajamusti dan The Maident bahkan menggelar doa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022) malam nanti.

Diketahui dalam agenda tersebut akan dihadiri banyak pihak suporter dari berbagai kelompok, di antaranya Slemania, BCS, Pasoepati, CNF, Paserbumi, Smeck dan beberapa lainnya.

Dalam agenda itu juga akan digunakan sebagai salah satu upaya rekonsiliasi suporter di wilayah DIY-Jateng.

Di akar rumput, salah satu laskar Brajamusti, Ampuh (Anak Muda Kepuh) sepakat dengan upaya rekonsiliasi antara pendukung DIY-Jateng yang saat ini sedang banyak dibicarakan.

"Kita sangat sepakat dengan perdamaian ini. Semua yang saat ini menjadi suporter saya yakin mereka sudah cukup dewasa untuk tidak mencari musuh. Kita ingin sama-sama nyengkuyung untuk menikmati sepak bola, kita juga belajar dari Tragedi Kanjuruhan. Dengan berdamai, kita juga bisa gabungkan suara untuk mengawal pengusutan Tragedi Kanjuruhan," kata Ketua Laskar Ampuh, Bony Yuli Saputra, saat berbincang dengan Tribun Jogja, Selasa (4/10/2022).

Bony punya harapan jika ke depannya menonton sepak bola bersama anak dan istrinya di tribun secara langsung tidak perlu merasa takut adanya kericuhan antar suporter.

"Semisal kalau ada pertandingan di Solo kita tidak lagi khawatir, bisa ikut dukung di sana dengan aman dan nyaman. Kita itu sudah benar- benar lelah dengan permusuhan," sambungnya.

"Sepak bola yang indah dapat bersatu, bukan justru dengan adanya permusuhan," tandas Bony.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Laskar Bokong Semar, Sigit Beni juga mengungkapkan Tragedi di Stadion Kanjuruhan perlu menjadi bahan pembelajaran bagi suporter lain.

"Sepak bola adalah salah satu jalan mencari kebahagian bukan duka karena kematian. Ini awal yang bagus untuk para elemen suporter dengan rivalitas yang kebablasan. Itu harus disudahi, jadikan stadion tempat mencapai kebahagiaan pesta pora sepak bola," kata Sigit. 

Menurutnya, suporter di DIY dapat turut menginisiasi gerakan perdamaian antar suporter supaya dapat menjadi basis massa yang besar ketika terjadi suatu tragedi seperti di Malang kemarin.

"Beri rasa aman suporter lawan yang datang, dengan rasa persaudaraan dan pertemanan. Mulai dari  Brajamusti, BCS serta Pasoepati yang ada gerakan nyata kesepakatan damai, semoga menular ke suporter lain di Indonesia," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved