Polres Gunungkidul Fokus Upaya Tekan Kecelakaan Lalu Lintas Selama Operasi Zebra 2022

Pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini, fokusnya pada upaya menekan kejadian kecelakaan (laka).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Antonius Purwanta, saat ditemui pada Senin (03/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul mulai melaksanakan kegiatan Operasi Zebra 2022 pada Senin (03/10/2022).

Apel gelar pasukan pun sudah digelar sebagai tanda dimulainya operasi.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Antonius Purwanta, mengatakan pada Operasi Zebra tahun ini, fokusnya pada upaya menekan kejadian kecelakaan (laka).

"Apalagi kejadian laka di Gunungkidul masih terbilang tinggi, dan cenderung meningkat tahun ini," kata Purwanta ditemui siang ini.

Menurutnya, antisipasi dilakukan dengan memantau ketat titik-titik rawan laka di Gunungkidul.

Pemantauan dilakukan dengan patroli hingga penempatan petugas di titik rawan laka.

Purwanto menilai salah satu faktor penyebab laka adalah pelanggaran dalam berlalu lintas.

Itu sebabnya, potensi pelanggaran juga jadi perhatian selama operasi dilakukan.

"Setidaknya pelanggaran yang sifatnya kasatmata, seperti tidak menggunakan pelindung, melanggar rambu, hingga knalpot blombongan," jelasnya.

Purwanta mengatakan patroli khususnya akan dilakukan saat jam-jam sibuk atau kondisi lalu lintas (lalin) sedang padat.

Menurutnya, kepadatan lalin di Gunungkidul hanya terjadi saat waktu tertentu dan akhir pekan panjang.

Sebanyak 140 petugas akan diterjunkan selama Operasi Zebra dilakukan.

Mereka merupakan gabungan dari anggota serse, intel, polantas, hingga staf dari Polres Gunungkidul.

"Operasi berlangsung sampai tanggal 16 Oktober 2022, jadi selama 14 hari," ujar Purwanta.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri, mengatakan Operasi Zebra 2022 akan dioptimalkan untuk sosialisasi ketertiban dan keselamatan berlalulintas. Sosialisasi menyasar hingga seluruh lapisan masyarakat.

Selama Operasi Zebra berlangsung, pelanggar bisa dikenakan sanksi tindak pelanggaran (tilang).

Meski begitu, pendekatan bersifat edukatif ke masyarakat tetap diutamakan.

"Petugas operasi juga diharapkan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis," kata Edy.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved