Longsor di Sejumlah Titik di Kulon Progo, Ada Rumah Warga Tertimpa Material dan Akses Jalan Tertutup

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 15 titik longsoran yang menimpa rumah dan menutup akses jalan.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Petugas TRC BPBD Kulon Progo, relawan dan warga setempat melakukan evakuasi longsoran tanah di Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Senin (3/10/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hujan deras yang terjadi sejak Minggu (2/10/2022) kemarin menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Kulon Progo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 15 titik longsoran yang menimpa rumah dan menutup akses jalan.

Namun, tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. 

"Laporan yang masuk ke kami ada 15 titik longsor. Meliputi 4 yang menimpa rumah di Jatimulyo (Girimulyo), 1 rumah di Pedukuhan Pandu, Hargorejo, Kokap. Selebihnya di Purwosari (Girimulyo) dan Pedukuhan Pringtali (Girimulyo)," kata Sunardi, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulon Progo saat dikonfirmasi, Senin (3/10/2022). 

Dia menyebut, longsoran tanah menimpa dapur rumah warga di Sumberejo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo.

Serta dinding rumah warga di Pedukuhan Pringtali, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. 

"Tanah longsor di Pringtali dengan ketinggian lereng sampai 100 meter dan yang longsor hanya 15 meter," ucapnya. 

Selain menimpa rumah, longsoran juga menutup akses jalan desa dari Pedukuhan Pringtali ke Sumberejo di Kapanewon Girimulyo tepatnya di jembatan perbatasan antar pedukuhan. 

"Panjang longsoran 50 meter dengan ketinggian yang longsor 50 meter. Sehingga lalu lintas tutup total," ucap Sunardi. 

BPBD Kulon Progo mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi longsoran. 

Adapun, gorong-gorong di jalan kabupaten tertimpa dan tertutup sedimentasi sehingga berpotensi meluap.

Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan erosi dan longsoran baru. 

Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana, melanjutkan alat berat turut diterjunkan dalam proses evakuasi longsoran tanah di wilayahnya. 

Hingga Selasa (4/10/2022) besok, proses evakuasi diutamakan di akses jalan desa yang sering dilalui masyarakat. 

"Alat berat yang dikerahkan ukuran sedang karena jalannya tidak terlalu lebar. Takutnya (alat) yang besar tidak bisa masuk. Ini BPBD sedang memobilisasi," ucapnya. 

Dari kejadian tersebut, ia berharap kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya memasuki musim penghujan. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved