Liga 2
Jelang Lawan Gresik United, PSIM Yogyakarta Perbaiki Transisi untuk Antisipasi Counter Attack
PSIM Yogyakarta perbaiki transisi permainan jelang menghadapi Gresik United dalam lanjutan kompetisi Liga 2 2022.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta perbaiki transisi permainan jelang menghadapi Gresik United dalam lanjutan kompetisi Liga 2 2022.
Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Gresik United akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) pukul 15.15 WIB.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto mengatakan, evaluasi itu dilakukan karena melihat kekurangan sewaktu timnya melawan Persela Lamongan, Selasa (27/9/2022) lalu di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul.
"Setelah melawan Persela kemarin, banyak yang perlu kita benahi. Terutama bagaimana grup defend masih sering miss komunikasi. Kita lihat dari transisi attack to defend harus lebih banyak diberikan ke pemain," kata Erwan, Kamis (29/9/2022).
Menurut pelatih berusia 45 tahun ini, anak asuhnya perlu melakukan antisipasi melawan tim yang dapat menggunakan taktik counter attack dengan cepat.
Layaknya Persela pada laga sebelumnya kerap memberikan tekanan melalui counter attack yang memanfaatkan kesalahan dari pemain Laskar Mataram.
Baca juga: Daftar Pemain PSIM Yogyakarta yang Diboyong ke Gresik, Yudha dan Obet Dibawa Erwan Hendarwanto
Meski demikian, perlu diingat, pada laga kemarin PSIM Yogyakarta tidak diperkuat sejumlah pemain pilarnya lantaran mendapat cedera, semisal Jodi Kustiawan, Sunni Hizbullah, Obet Choiri, hingga Yudha Alkanza.
Beruntung, saat bertandang ke markas Gresik United , dua dari empat pemain yang absen pekan lalu diboyong dalam rombongan tim yang berjumlah 23 pemain.
Ia adalah Yudha Alkanza dan Obet Choiri. Yudha punya peran penting di lini tengah untuk mengalirkan bola dari belakang ke depan.
Tak hanya itu, Yudha punya spesialisasi tendangan bebas akurat yang dapat membantu tim jika buntu dalam menghasilkan gol open play.
Sementara Obet menjelma menjadi penting saat sang kapten utama, Jodi Kustiawan harus absen karena mengalami cedera yang cukup panjang sejak laga pramusim lalu.
Erwan tampaknya mengetahui, jika Obet adalah pemain memiliki atribut sebagai bek tengah yang mampu ikut membangun serangan.
Ketenangannya di lini belakang sangat dibutuhkan, apalagi saat ini dua pemain belakang Laskar Mataram masih belum bisa dimainkan.
Di sisi lain, tak banyak waktu yang bisa dipersiapkan PSIM Yogyakarta .
Dalam satu pekan ini, tim berlogo Tugu Pal Putih itu menjalani dua pertandingan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jelang-Lawan-Gresik-United-PSIM-Yogyakarta-Perbaiki-Transisi-untuk-Antisipasi-Counter-Attack.jpg)