Berita Sleman Hari Ini

Hasil Panen Kedelai di Sleman Capai 2 Ton Per Hektare

Tanaman kedelai di wilayah Prambanan Kabupaten Sleman yang dipanen pada akhir September 2022 ini dinilai memiliki kualitas yang cukup bagus. Hasil pan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Pemkab Sleman
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto serta Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, melakukan panen raya kedelai di Dusun Bendungan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tanaman kedelai di wilayah Prambanan Kabupaten Sleman yang dipanen pada akhir September 2022 ini dinilai memiliki kualitas yang cukup bagus.

Hasil panen untuk varietas kedelai Anjasmoro di Kalurahan Sumberharjo, Prambanan disebut bisa mencapai 2 ton per hektare. 

"Kualitasnya bisa mencapai 2 sampai 2,1 ton per hektare. Ini relatif bagus dengan harga Rp 8-12 ribu per kilogram," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono, setelah melakukan panen raya kedelai di Dusun Bendungan, Sumberharjo, Prambanan, pada Selasa (27/9/2022)

Baca juga: Inilah 7 Arti Mimpi Menangkap Ikan, Ada Baik dan Buruk Yuk Simak

Ia mengungkapkan, kedelai Anjasmoro yang ditanam di Prambanan ini merupakan program dari Kementerian Pertanian.

Total luas tanam keseluruhan 50 hektar yang berada di Kalurahan Sumberharjo 30 hektar dan Kalurahan Bokoharjo 20 hektare.

Adapun yang dipanen pada Selasa (27/9) dari kelompok Tani Margo Mulyo, Kalurahan Sumberharjo dengan lahan panen seluas 15 hektare. 

kedelai Anjasmoro hasil panen di Prambanan ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan tempe, susu kedelai maupun dijadikan benih.

Dengan keberhasilan ini, kata Suparmono, untuk menjaga ketahanan pangan sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo maka luas tanaman kedelai di Kabupaten Sleman pada tahun 2023 akan diperluas. Minimal 4 kali lipat dari tahun 2022 yakni seluas 200 hektare. 

"Tahun 2023, kita akan tanam 200 hektar. Lokasinya, sebagian masih di Prambanan. Kemudian di Gamping dan Seyegan. Itu lokasi yang memungkinkan untuk tanaman kedelai," kata Mantan Panewu Cangkringan ini.

Selain kedelai, DP3 Sleman di tahun 2023 juga berencana menanam Sorgum di wilayah Prambanan dengan memanfaatkan lahan marjinal seluas 50 hektare. 

Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Heru Martono menyampaikan, selama dua tahun lalu budidaya kedelai dibayang-bayangi dengan kegagalan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung saat proses budidaya.

Akibatnya, petani beralih ke komoditas lain seperti padi, jagung, dan kacang tanah. Kondisi ini kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman dengan meningkatkan upaya inovasi memperkuat tumbuh tanaman melalui penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan sehingga lahan menjadi subur, lingkungan lestari dan produksi tinggi. 

Saat ini terjadi peningkatan permintaan terhadap komoditas kedelai. Karena itu para petani mulai bergerak melakukan budidaya kedelai

"Budidaya (kedelai) ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan secara nasional dalam ketersediaan bahan baku kedelai," ujar dia. 

Baca juga: Kejaksaan dan Polisi Sarankan Warga Lapor Soal Jual Beli dan Mark Up Seragam di Sekolah Negeri

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang turut melakukan panen raya kedelai di Prambanan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus mendorong pengembangan budidaya kedelai baik melalui perluasan lahan tanam, maupun peningkatan produktivitas. Sebab, selama ini untuk pemenuhan kebutuhan kedelai masih mengandalkan import. 

"Salah satu upaya untuk membantu mencukupi kebutuhan kedelai, Pemerintah Kabupaten Sleman pada tahun 2022 berupaya melakukan pengembangan tanaman kedelai melalui dana Tugas Pembantuan APBN pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada lahan seluas 50 hektare," kata dia. (rif)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved