Berita Internasional

PM Jepang Siap Berdialog dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Tanpa Syarat Apapun

Menurut Kishida, keinginan untuk bertemu dan berdialog dengan Kim Jong Un murni untuk mencari solusi dan tanpa syarat apapun.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Net
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea ini, Presiden Korea Utara, Kim Jong Un terlihat mengenakan masker pada pertemuan politbiro Partai Buruh yang diadakan pada hari Sabtu (14/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengaku siap untuk bertemu dan berdialog dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un guna mencari solusi mengenai program nuklirnya.

Hal itu disampaikan oleh Kishida saat berpidator di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Kishida, keinginan untuk bertemu dan berdialog dengan Kim Jong Un murni untuk mencari solusi dan tanpa syarat apapun.

"Jepang siap untuk terlibat dalam dialog tentang masalah yang menjadi perhatian bersama," kata Kishida dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan AFP.

"Saya bertekad untuk bertemu dengan Pemimpin Kim Jong Un tanpa syarat apa pun dan tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengambil tindakan dengan segala dedikasi saya," lanjutnya, ketika ketegangan meningkat atas program nuklir Korea Utara.

Upaya untuk meredakan atas ketegangan program nuklir Korea Utara ini sebelumnya juga sudah pernah dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Menebak Wanita Baru di Lingkaran Kim Jong Un, Sosoknya Selalu Bawa Map di Acara Resmi

Bahkan Kim Jong Un sudah bertemu dengan Donald Trump sebanyak tiga kali.

Namun pertemuan tersebut tidak mencapi sosusi permanen terhadap program nuklir Korea Utara.

Jepang adalah sekutu dekat AS, tetapi beberapa pemimpin negara itu memilih menjaga jarak dari Korea Utara. Korea Utara adalah musuh bebuyutan Jepang yang menculik warga “Negeri Samurai” pada 1970-an dan 1980-an untuk melatih mata-matanya.

Sementara itu, Korea Utara baru-baru ini mengesahkan undang-undang yang menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan serangan nuklir preventif.

Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa negara itu akan segera melanjutkan uji coba nuklir.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah menyuarakan kesiapan untuk diplomasi tingkat kerja dengan Korea Utara, tetapi hanya mendapati sedikit minat sebagai balasannya. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved