PSIM Yogyakarta

Erwan Hendarwanto Latih PSIM Yogyakarta, Komposisi Tim Pelatih Berubah

Dalam sesi latihan perdana yang dipimpin Erwan Hendarwanto, Rabu (21/9), sudah tak lagi nampak Dwi Priyo Utomo serta Sansan Susanpur.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Erwan Hendarwanto memimpin sesi latihan PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Seiring keputusan manajemen PSIM Yogyakarta meminang kembali Erwan Hendarwanto sebagai juru taktik anyar, komposisi tim pelatih Laskar Mataram kemungkinan besar juga akan berubah.

Erwan Hendarwanto sejauh ini enggan berbicara secara gamblang terkait komposisi tim pelatih dan menyerahkan hal tersebut kepada manajemen.

Namun, dalam sesi latihan perdana yang ia pimpin, Rabu (21/9/2022), memang sudah tak lagi nampak Dwi Priyo Utomo serta Sansan Susanpur yang notabene merupakan asisten pelatih dan pelatih fisik dari Imran Nahumarury.

Dalam sesi latihan yang digelar di Stadion Mandala Krida tersebut, Erwan didampingi figur asisten pelatih baru yang juga tak lagi asing bagi publik sepak bola Kota Yogya, yakni Anantoe Nurhani.

Terkait bergabungnya Anantoe, Erwan Hendarwanto mengungkapkan bahwa itu merupakan keinginannya.

"Dia (Anantoe) sudah mengenal saya betul, tahu apa yang saya inginkan. Soal staff pelatih lainnya itu menjadi kebijakan dari manajemen, monggo," terang Erwan, Rabu (21/9/2022).

Kepada awak media, Erwan mengungkapkan alasannya menerima kembali pinangan PSIM Yogyakarta.

"Teman-teman tahu saya dibesarkan di PSIM. Bisa kembali ke PSIM menjadi momen yang selalu saya nantikan, menjadi pelatih di tim ini menjadi kebanggaan bagi saya yang notabene tinggal di Yogyakarta. Pokoke onone seneng karo bangga," kata Erwan.

"Harapannya, rasa ini tidak hanya kami saja yang rasakan, tapi juga ada bentuk kerja keras. Saya sudah sampaikan ke pemain, bahwasannya saya selalu berbicara bahwa saya tidak pernah membangun sebuah tim, tapi saya membangun sebuah keluarga," lanjutnya

"Di dalam sebuah keluarga pasti saling support, saling dukung, tidak ada saling menyalahkan, yang akhirnya kekompakan dari sebuah keluarga itu menciptakan kebahagiaan. Sebelum kita membahagiakan banyak orang kan kita dulu yang harus bahagia saat latihan, pertandingan dan tidak ada beban, tidak ada rasa takut salah," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved