Berita Kulon Progo Hari Ini
Petani Bawang Merah di Kulon Progo Keluhkan Harga Bibit yang Capai Rp 110 Ribu per Kilogram
Petani bawang merah di Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo mengeluhkan tingginya harga bibit yang mahal.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Petani bawang merah di Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo mengeluhkan tingginya harga bibit yang mahal.
Sekarang ini, harga benih lokal bawang merah mencapai lebih dari Rp 100.000 per kilogram.
Baca juga: Perkuat Semangat Kerukunan Umat Beragama, Wakil Bupati Sleman Ingatkan Hal Ini
"Harga bibit (bawang merah) kemarin ada yang jual Rp 120.000 per kilogram. Tapi rata-rata Rp 110.000 per kilogram itu yang lokal. Kalau bibit dari Thailand harganya lebih mahal," kata Nasih, seorang petani di Srikayangan saat ditemui, Senin (19/9/2022).
Dengan kondisi tingginya harga bibit, ia tidak berani untuk menanam bawang merah dalam jumlah banyak. Saat ini, ia hanya menanam bawang merah di lahan seluas 250 meter.
"Belum lagi harga pupuk dan obat juga mahal. Sekarang apa-apa mahal, petani mau dapat untung darimana?," ungkapnya.
Nasih memilih bibit lokal bawang merah dikarenakan cepat berbuah sehingga bisa segera dipanen.
Bibit lokal bawang merah hanya memerlukan waktu 60 hari untuk dipanen.
Berbeda dengan bibit bawang merah dari Thailand.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho mengakui usaha tani bawang merah memang membutuhkan modal terbanyak untuk pembelian bibit.
Baca juga: Damkarmat Bantul Evakuasi Ular Sepanjang 1,5 meter di Lemari Kantor Dinas Lingkungan Hidup
Namun, DPP Kulon Progo sudah mengupayakan kelompok tani agar menyimpan sebagian hasil panen supaya diseleksi.
"Yang bagus (bibit bawang merah) bisa digunakan sebagai bibit di musim tanam berikutnya. Atau menggunakan bibit yang berasal dari benih biji. Tapi info di lapangan, bawang merah dari biji kurang diminati pasar karena kurang pedas," jelas Aris.
Di tahun ini, pihaknya juga ada pengembangan bawang merah kepada 10 kelompok tani di lahan pertanian surjan. Tersebar di Kapanewon Panjatan, Wates dan Temon.
Kegiatan sekaligus bertujuan untuk pelestarian lahan surjan sebagai lahan yang sudah ditetapkan warisan budaya tak benda. (scp)