Breaking News:

Pasca Kenaikan Harga BBM, Jumlah Konsumsi Pertalite di DIY Turun 14 Persen

Pasca Kenaikan harga BBM terjadi perubahan pola konsumsi BBM di DIY. Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social

TRIBUNJOGJA.COM/ Christi Mahatma Wardhani
ILUSTRASI SPBU Tugu sempat buka satu jalur Pertalite untuk motor karena kekurangan operator SPBU, Selasa (06/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasca Kenaikan harga BBM terjadi perubahan pola konsumsi BBM di DIY

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyebut ada penurunan konsumsi Pertalite . 

Baca juga: Kurangi Bau Sampah, TPA Piyungan Disemprot 30 Ribu Liter Cairan Eco Enzyme

"Pertalite di DIY mengalami penurunan konsumsi 14 persen di periode 4 September-15 September 2022 dibandingkan 23 Agustus-3 September 2022," katanya, Senin (19/09/2022). 

Brasto mengungkapkan pada periode yang sama justru ada peningkatan konsumsi Pertamax Turbo.

Peningkatan konsumsi Pertamax Turbo di DIY mencapai 53 persen. 

Ia menduga pengguna Pertamax justru beralih ke Pertamax Turbo pasca kenaikan harga Pertamax. 

"Ada kemungkinan seperti itu (Pertamax menjadi Pertamax Turbo). Karena harga Pertamax Turbo kan ada penyesuaian dari Rp17.900 menjadi Rp15.900 per 1 September 2022.  Sementara harga Pertamax kan ada penyesuaian dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per 3 September 2022. Dari Rp14.500 ke Rp15.900 terpaut Rp1.400 saja," ungkapnya. 

Baca juga: Preventif Kekerasan Seksual di Kampus, UKMF FIS UNY Gelar Webinar Nasional Bertema Edukasi Seks

Brasto menambahkan saat ini Pertamina sedang melakukan upaya uji coba pengendalian pembelian BBM jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar subsidi BBM bisa lebih tepat sasaran. 

"Jumlah pembelian maksimal pertalite 120 liter per hari. Itu masih angka sementara sebagai default di sistem, akan kita sesuaikan nanti dengan ketentuan dan kuota BBM Subsidi yang tersisa. Sementara untuk solar sudah ada ketentuan dari BPH Migas batas maksimal volume pengisian," imbuhnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved