Berita Bisnis Terkini

Gadjian Tingkatkan Kemampuan Penyandang Difabel lewat Program Beasiswa Chartered People Officer

Program beasiswa dalam sertifikasi ini dibuka dengan tujuan untuk mendukung program SDM Indonesia Unggul yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Yanwar Hidayat - Peserta Beasiswa Chartered People Officer by Gadjian Academy 

Tribunjogja.com - Startup pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Gadjian berkolaborasi dengan Pungki Purnadi Academy telah berhasil menyelenggarakan program sertifikasi pengelolaan SDM dan bisnis, Chartered People Officer (CPO) pada Juli hingga Agustus lalu.

Dalam program ini, Gadjian membuka kesempatan bagi beberapa peserta beasiswa, satu di antaranya dari kalangan difabel, untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan mereka menghadapi bursa persaingan kerja dan bisnis.

Program beasiswa dalam sertifikasi ini dibuka dengan tujuan untuk mendukung program SDM Indonesia Unggul yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Startup Gadjian Buka Beasiswa bagi Penyandang Difabel dan UKM Daerah Tertinggal

Selain itu diharapkan agar dengan adanya beasiswa ini, penyandang difabel lebih termotivasi dan mudah mendapatkan akses edukasi bisnis dan pengelolaan SDM yang berkualitas untuk mengembangkan bisnis yang mereka rintis.

Menurut data laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia, hingga April 2022 terdapat sekitar 17 juta orang difabel di Indonesia yang memasuki usia produktif, namun hanya 7,6 juta orang yang bekerja atau hanya sebesar 5,37 persen dari total tenaga kerja aktif di Indonesia. 

Yanwar Hidayat, salah satu penerima beasiswa penyandang tuna daksa yang saat ini aktif bekerja di salah satu perusahaan swasta di Bandung, membagikan kisahnya di tengah sesi pembelajaran mengenai regulasi ketenagakerjaan Indonesia.

“Berdasarkan UU Nomor 8/2016, penyandang disabilitas berhak memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta tanpa diskriminasi. Bahkan, perusahaan wajib menyediakan kuota setidaknya dua persen dari keseluruhan karyawan untuk kalangan difabel” ujarnya. 

 “Selain itu perlu disediakan pula fasilitas yang mendukung baik dari akses jalan atau tata ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas,” tambah Yanwar.

Namun, pada kenyataannya Yanwar menjelaskan bahwa ia pernah menerima diskriminasi berupa penolakan saat proses seleksi penerimaan kerja.

Baca juga: Lakukan Inkubasi Terhadap 150 Tenant, UII Fokus Kawal Pertumbuhan Startup Kampus

Dalam wawancara terpisah, Yanwar juga membagikan rasa bahagianya karena bisa mendapatkan beasiswa untuk program sertifikasi Chartered People Officer (CPO).

“Saya pernah beberapa kali menjadi pembicara atau motivator bagi rekan-rekan penyandang difabel di Bandung. Saya harap dengan saya mengikuti program CPO, saya dapat meningkatkan skill saya dan membantu rekan-rekan difabel untuk lebih percaya diri memasuki bursa pencarian kerja dan meningkatkan jenjang karirnya,” kata Yanwar.

Afia Fitriati, CEO & Co-Founder Gadjian menjelaskan, “Kami ingin hadir di tengah masyarakat tidak hanya menghadirkan teknologi pengelolaan SDM, namun juga membantu masyarakat tanpa terkecuali termasuk penyandang difabel dengan memberikan akses edukasi mudah dan terjangkau terkait pengelolaan SDM dan bisnis. Program edukasi ini tidak berhenti dan akan terus kami jalankan agar semakin banyak masyarakat Indonesia berhasil menjadi SDM Unggul.” ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved