Berita Sleman Hari Ini
Tingkatkan Daya Beli, Pemkab Sleman Bakal Gelar Operasi Pasar Murah
Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Sleman) berencana menggelar operasi pasar Sembako murah. Sesuai rencana, pasar murah ini bakal digelar di 17 Kecamata
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kenaikan harga BBM bersubsidi, berimbas pada penurunan daya beli masyarakat karena harga-harga kebutuhan cenderung tinggi.
Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Sleman) berencana menggelar operasi pasar Sembako murah. Sesuai rencana, pasar murah ini bakal digelar di 17 Kecamatan (Kapanewon).
Peluncuran perdana dimulai pada Minggu (18/9/2022) di Lapangan Pemda Sleman.
Baca juga: Raasyid Kamaljubair Mahiran, Seniman Pantomim Cilik dari Kota Yogyakarta Menuju Kancah Nasional
"Launchingnya hari Minggu ini, kami mengagendakan operasi pasar murah sembako di lapangan Pemda Sleman. Kemudian hingga akhir September ini kami juga sudah rancang agendanya. Target kami 17 Kapanewon," kata Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Nia Astuti, Kamis (15/9/2022).
Penyelenggaraan operasi pasar murah ini menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa distributor karena anggaran BTT belum cair.
Mulai dari Bulog, Asosiasi Petani Cabai maupun distributor bahan pokok.
Nanti ada enam item kebutuhan pokok masyarakat yang dijualbelikan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam dan cabai.
Harganya dijual terjangkau, misalnya harga minyak goreng curah kemasan yang di pasaran dijual seharga Rp 14.000/liter nanti dijual dengan Rp 12.800/liter.
"Ada selisih harga cukup signifikan," kata Nia.
Baca juga: Pelari Muda Asal Sleman Akan Bela Timnas Indonesia di Ajang Asian Youth Athletics Championships
Masing-masing item nantinya disediakan 300 paket.
Namun jika animo masyarakat meningkat maka gelaran pasar murah selanjutnya paket yang disediakan akan lebih banyak.
Nia mengatakan, tujuan digelarnya pasar murah Sembako ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Ia tidak memungkiri jika kenaikan imbas BBM berpengaruh pada penurunan daya beli masyarakat.
Hal ini karena masyarakat menyesuaikan harga disaat harga kebutuhan ada kenaikan harga.
"Artinya harga naik, kemudian inistaif rumah tangga mereka mengurangi pembelian. Kami berharap daya beli masyarakat ini sedikit akan meningkat dengan adanya BLT Bansos sehingga produk di pasar laku dibeli," kata harap dia. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)