OJK Masih Mengkaji Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Jaminan Kredit

Pemerintah mewacanakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi jaminan kredit perbankan. Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Tangkapan layar FGD Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Tengah, Kamis (12/8/2021).
Kepala OJK DIY, Parjiman 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah mewacanakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi jaminan kredit perbankan. Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kajian. 

Kepala OJK DIY, Parjiman mengatakan OJK masih melakukan mengkaji pelaksanaannya.

Termasuk pasar sekunder, mekanisme penyerahan, penyimpanan, dan lain-lain. 

Baca juga: Pilpres 2024: Pengamat Sebut Anies-AHY Berpotensi Besar Gaet Konstituen

"Terkait prospek dan kelayakan HKI menjadi jaminan kredit ke bank, OJK masih melakukan kajian, khususnya Terkait masalah valuasi, ketersediaan secondary market, appraisal untuk likuidasi HKI, dan infrastruktur hukum eksekusi HKI," katanya, Kamis (08/09/2022). 

Mengutip pernyataan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae saat ini ekosistem HKI di pasar sekunder masih belum cukup kuat dan mekanisme penentuan valuasi sebuah HKI masih terbatas. 

"Sedangkan bank harus mengetahui berapa nilai dari barang jaminan kredit. Sehingga dibutuhkan peran pemerintah dan pihak terkait untuk meng-address isu tersebut,"uajrnya. 

Kegiatan pemberian kredit atau pembiayaan sepenuhnya merupakan kewenangan bank berdasarkan hasil penilaian terhadap calon debitur.

Adapun agunan atau jaminan dalam penyediaan dana, baik berupa kredit atau pembiayaan bersifat opsional tergantung dari risk appetite bank terhadap skema dan jenis kredit serta kapasitas calon debiturnya.

"Setiap bank pasti memiliki kriteria pemberian kredit masing-masing dalam proses pengajuan dan persetujuan kredit. Salah satu yang biasanya ada dalam Risk Acceptance Criteria bank ialah prospek usaha dan kapasitas membayar calon debitur," lanjutnya. 

Baca juga: Kepala Satpol PP Sleman Jelaskan Langkah yang Dilakukan untuk Berantas Penjualan Mihol Ilegal

Selain itu, bank juga memiliki credit scoring yang dapat digunakan untuk menganalisa kemampuan bayar calon debitur. 

"Selama calon debitur memenuhi kriteria yang ditetapkan bank dan dalam rentang risk appetite bank tersebut maka kredit dapat dipertimbangkan untuk disetujui," imbuhnya. (maw) 

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved