Berita Gunungkidul Hari Ini

Sebanyak 95 Ribu Lebih KPM di Gunungkidul Jadi Penerima BLT BBM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM). Dinas Sosial Pemberdayaan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM). Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) pun sudah mendata para penerimanya.

Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul, Asty Wijayanti mengatakan para penerima BLT BBM ini juga merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH).

"Setidaknya ada 95.520 KPM yang jadi penerima BLT BBM ini," kata Asty pada wartawan, Rabu (07/09/2022).

Baca juga: Fraksi PKS Sampaikan Penolakan Kenaikan Harga BBM dalam Rapat Paripurna DPRD Bantul

Sesuai kebijakan pusat, BLT BBM merupakan program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Bantuan ini sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi.

Menurut Asty, tiap penerima akan mendapatkan BLT BBM tunai sebesar Rp 300 ribu. Penerima juga akan menerima bantuan paket sembako dari PKH di bulan September, juga berupa uang tunai senilai Rp 200 ribu per keluarga.

"Jadi total bantuan yang diterima adalah Rp 500 ribu per KPM," jelasnya.

Asty menjelaskan bantuan sembako sebelumnya berupa barang, namun kali ini berbentuk uang tunai. Ia beralasan kebijakan itu mengikuti instruksi dari pusat.

Proses penyalurannya mulai dilakukan hari ini, bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Pelaksanaannya berlangsung di 3 kalurahan yaitu Wareng dan Karangrejek di Wonosari serta Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu.

"Pelaksanaan berikutnya pada Jumat (09/09/2022), mudah-mudahan bisa selesai semuanya dalam sepekan," kata Asty.

Baca juga: Satlantas Polres Klaten Tilang 300 Sepeda Motor dengan Knalpot Brong

Adapun nominal BLT BBM yang diterima tiap KPM adalah Rp 600 ribu. Penyaluran dilakukan sebanyak 2 kali, dengan besaran Rp 300 ribu di tiap penyalurannya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta sebelumnya menyatakan bansos tersebut sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM agar lebih tepat sasaran. Ia pun berharap warganya bisa memahami alasan kenaikan harga BBM subsidi.

"Konsekuensi dari kebijakan itu sudah dipikirkan oleh pemerintah, jadi masyarakat tidak perlu resah," katanya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved