Berita Bisnis Terkini

Begini Respon Pagodja Terkait Tarif Baru Ojol

Pagodja menilai pernyataan Kementerian Perhubungan malah tekesan plin-plan dan tidak tegas. 

ist
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta ( Pagodja ) menyambut baik tarif baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, Rabu (07/09/2022). 

Namun demikian, Pagodja menilai pernyataan Kementerian Perhubungan malah tekesan plin-plan dan tidak tegas. 

Ketua Pagodja , Agus Sugito mengatakan setelah Kemenhub mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 580 tahun 2022 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 tahun 2022, tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang digunakan untuk kepentingan Masyarakat yang dilakukan dengan Aplikasi, yang pada intinya Keputusan Menteri tersebut hanya menunda pelaksanaan KP 564 paling lambat 25 hari kalender sejak KP 580 itu ditetapkan, dengan demikian seharusnya tanggal 9 September 2022 perusahaan aplikasi sudah harus melakukan penyesuaian tarif jasa aplikasi. 

Baca juga: Tarif Ojol Resmi Naik Mulai 10 September 2022, Berikut Rinciannya

"Hari ini Kemenhub kembali mengeluarkan aturan baru terkait kenaikan tarif ojek online yang menyatakan bahwa penyesuaian tarif jasa aplikasi pelaksanaan paling lambat 3 hari sejak hari ini (Rabu, 7 September 2022), artinya pelaksanaan penyesuaian tarif jasa aplikasi kembali ditunda, mundur 1 hari yakni tanggal 10 September 2022,"katanya, Rabu (07/09/2022) malam. 

Pagodja menyayangkan sikap Kemenhub yang tidak tegas dalam menerapkan aturan.

Ia menilai sikap Kemenhub hari ini sangat mencederai hati nurani rakyat dalam hal ini driver Ojek Online yang selama ini menunggu-nunggu kepastian atas pelaksanaan kenaikan tarif.

"Karena harapan driver ojek online dengan diterapkannya tarif sesuai Keputusan Menteri tersebut adalah peningkatan penghasilan walau tidak signifikan,"sambungnya. 

Ia menerangkan ketidaktegasan Kemenhub terlihat jelas dalam penundaan pelaksanaan penyesuaian tarif jasa aplikasi, dalam KP 564 telah  diatur secara jelas bahwa untuk Zona I : biaya jasa batas bawah sebesar Rp 1.850/km, biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.300/km, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250 - Rp 11.500

Lain hal dengan aturan yang Kemenhub umumkan hari ini untuk Zona I: biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.000/km, biaya jasa batas atas sebesar Rp2.500/km, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp8.000- Rp10.000.

Baca juga: Komunitas Ojol Sarkem Street Pelaksanaan Tarif Baru Ojol Tidak Mundur Lagi

Pagodja menyayangkan atas perubahan biaya jasa minimal yang justru mengalami penurunan. 

"Terkait pengaturan biaya sewa aplikasi yang ditetapkan paling tinggi 15 persen, Pagodja menyambut baik atas pengaturan tersebut, harapannya Perusahaan Aplikasi (Aplikator) benar-benar menerapkan aturan Kemenhub tersebut,"ungkapnya. 

Pagodja mendorong Kemenhub agar memberi sanksi kepada Perusahaan Aplikasi (Aplikator) yang tidak patuh dalam menerapkan penyesuaian tarif sesuai aturan Kemenhub. 

Pagodja juga mendorong agar Kemenhub mendesak Perusahaan Aplikasi supaya menerapkan penyesuaian tarif jasa aplikasi terhadap semua layanan (Ride/Penumpang, Send/Pengiriman, Mart, Shop dan Food). ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved