Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Komunitas Ojol Sarkem Street Pelaksanaan Tarif Baru Ojol Tidak Mundur Lagi

Pelaksanaan kenaikan tarif ojol berlaku efektif dalam tiga hari ke depan atau 10 September mendatang.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah kembali menetapkan tarif baru ojek online , Rabu (07/09/2022).

Kenaikan harga BBM baru-baru ini menjadi salah satu pertimbangan penyesuaian tarif ojo l.

Pelaksanaan kenaikan tarif ojol berlaku efektif dalam tiga hari ke depan atau 10 September mendatang.

Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan pemerintah, yaitu potongan aplikasi maksimal 15 persen, dari sebelumnya 20 persen.

Baca juga: Tarif Ojol Resmi Naik Mulai 10 September 2022, Berikut Rinciannya

Daerah Istimewa Yogyakarta masuk pada zona I.

Pemerintah menaikkan biaya jasa batas bawah dari Rp1.850/ km menjadi Rp2.000.

Biaya jasa batas atas  naik dari Rp2.300/km menjadi Rp2.500.

Sedangkan biaya jasa minimal dari sebelumnya Rp9.250-Rp11.500 menjadi Rp8.000-Rp10.000.

Komunitas ojek online DIY, Sarkem Street menyambut baik perubahan tarif baru yang diatur pemerintah.

Menurut Ketua Sarkem Street, Chairul Fasla, pengurangan potongan aplikator dari 20 persen menjadi 15 persen cukup membantu driver.

Menurut dia, potongan tersebut bisa dialihkan untuk mencukupi operiasonal driver yang bertambah akibat kenaikan BBM .

"Pemerintah mengatur potongan maksimal 15 persen, sekarang kan masih 20 persen. Ya ini sudah cukup memuaskan, ada subsidi, sehingga tidak memberatkan,"katanya, Rabu (07/09/2022) petang.

Baca juga: ISEI Yogyakarta Dorong Pemerintah Naikan Tarif Ojol

Meski puas dengan kenaikan tarif baru, ia khawatir jumlah orderan akan menurun seiring dengan semakin tingginya tarif.

"Ya ada kekhawatiran orderan menurun. Saya sempat tanya ke pelanggan juga kalau tarif naik gimana, katanya sih nggak apa-apa, kalau nggak terlalu tinggi,"sambungnya.

Ia berharap,aturan kali ini benar-benar diterapkan, pasalnya sudah dua kali kebijakan kenaikan tarif batal. Menurut dia, saat ini pelaksanaan tarif baru tergantung pada aplikator, sebab tarif baru sudah ditetapkan.

"Kemarin sepertinya sudah ada komunikasi intensif anatara pemerintah dan aplikator. Harapannya tidak ditunda lagi. Aturannya kan sudah ditetapkan, ya pelaksanaannya dari aplikator. Mungkin kemarin nunggu kenaikan BBM,"imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved