Serie A

AC MILAN 3-2 INTER MILAN: Analisis Beda Gaya Main Rossoneri vs Nerazzurri - Arrigo Sacchi

Seperti diketahui, Derby della Madonnina pertama di Liga Italia Serie A musim ini dimenangkan AC Milan dengan skor 3-2.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Isabella BONOTTO / AFP
Ismael Bennacer vs Hakan Calhanoglu di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Inter Milan di stadion San Siro di Milan pada 3 September 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Arrigo Sacchi membeberkan beda gaya permainan AC Milan vs Inter Milan di San Siro, Sabtu (3/9/2022).

Seperti diketahui, Derby della Madonnina pertama di Liga Italia Serie A musim ini dimenangkan AC Milan dengan skor 3-2.

Mantan pelatih AC Milan Arrigo Sacchi mengatakan bahwa Inter Milan bermain dalam gaya Italia melawan Rossoneri.

Sementara itu, lawan Nerazzurri yang juga tuan rumah, AC Milan disebut lebih memilih untuk bermain dengan gaya Eropa.

Berbicara dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport hari ini, mantan pelatih tersebut menyatakan bahwa ada dua gaya permainan yang jelas berbeda terjadi dalam kemenangan 3-2 untuk Rossoneri pada Sabtu malam di San Siro.

Mike Maignan vs Stefan De Vrij dan Edin Dzeko di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Inter Milan 3 September 2022 di Siro Siro Milan, Italia.
Mike Maignan vs Stefan De Vrij dan Edin Dzeko di Liga Italia Serie A antara AC Milan vs Inter Milan 3 September 2022 di Siro Siro Milan, Italia. (Nderim Kaceli / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

“Ada tim Italia, Inter Milan, yang mengandalkan terutama pada individu dan pertahanan,” kata Arrigo Sacchi, dikutip Tribun Jogja dari SempreInter.

“Kemudian ada tim AC Milan, yang memainkan pertandingan Eropa, di mana semua pemain bahu membahu serta terlibat ketika tim dalam posisi defensif dan ofensif.”

Namun Sacchi kemudian mengkritik AC Milah yang dianggapnya tidak berniat mematikan pertandingan dengan memastikan kemenangan.

Pasalnya, menurutnya pasukan Stefano Pioli justru memberikan kesempatan bagi Inter Milan untuk bangkit dan membalas gol, hingga nyaris menyamakan kedudukan di akhir laga.

Masih beruntung bagi AC Milan gol balasan dari Edin Dzeko tidak diikuti gol-gol lainnya hingga Rossoneri menyegel kemenangan 3-2 di kandang.

“Katakanlah segera bahwa bagi AC Milan itu bisa menjadi kemenangan dan malah berubah menjadi kemenangan sederhana.

“Kemenangan adalah ketika Anda menjatuhkan lawan dan tidak membiarkannya bangkit kembali. Di sini, sebaliknya, Inter Milan nyaris imbang pada lebih dari satu kesempatan.”

Bek AC Milan Theo Hernandez (kiri) berebut bola dengan bek Inter Milan asal Belanda Stefan de Vrij selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Inter Milan di stadion San Siro di Milan pada 3 September 2022.
Bek AC Milan Theo Hernandez (kiri) berebut bola dengan bek Inter Milan asal Belanda Stefan de Vrij selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Inter Milan di stadion San Siro di Milan pada 3 September 2022. (Isabella BONOTTO / AFP)

Ketika ditanya tentang bagaimana permainan Inter Milan saat tertinggal 3-1, Arrigo Sacchi malah fokus pada bagaimana AC Milan membiarkan lawannya bangkit.

“Saat Dzeko masuk, AC Milan kelabakan. Mereka mungkin mengira telah menang, tetapi pertandingan selalu berlangsung selama 90 menit, dan bahkan lebih lama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved