Berita Bisnis Terkini

Harga BBM Naik, Komunitas Ojol di DIY Desak Aplikator Naikkan Tarif 

Para driver masih kecewa lantaran tarif ojol ditunda, namun driver terpaksa menelan pil pahit atas kebijakan kenaikan harga BBM . 

ist
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM subsidi, berlaku efektif sejak Sabtu (03/09/2022). 

Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja) kecewa atas kebijakan yang dirasa mendadak tersebut.

Para driver masih kecewa lantaran tarif ojol ditunda, namun driver terpaksa menelan pil pahit atas kebijakan kenaikan harga BBM

"Kenaikan BBM sungguh mengagetkan kami, sebagai rakyat yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalanan. Kami sangat bergantung pada Pertalite. Harga Rp7.650 saja kami susah payah untuk membeli," kata Ketua Pagodja, Agus Sugito. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Pemerintah Umumkan Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Harga Terbaru Pertalite

"Dan kami masih merasakan kekecewaan yang mendalam atas ditundanya pelaksanaan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022, ini kok malah ditambah kecewa lagi dengan naiknya harga BBM bersubsidi secara tiba-tiba,"sambungnya. 

Menurut dia, pemerintah sebagai pelayan rakyat seharusnya memperhatikan jeritan rakyat yang belum merasakan hidup layak, bukan malah menambah penderitaan rakyat. 

Kenaikan harga BBM bukanlah solusi bagi driver ojek online .

Pihaknya pun tidak setuju akan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. 

Ia pun mendesak agar pemerintah untuk segera menaikkan tarif ojek online sesusai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 yang telah diperbarui dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 580 Tahun 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved